Pengamanan Ibadah Minggu Brimob Kaltim di Samarinda Berjalan Lancar, Ratusan Jemaat Beribadah dengan Aman

pengamanan gereja
Personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalimantan Timur melaksanakan pengamanan ibadah Minggu di sejumlah gereja di Kota Samarinda untuk memastikan umat dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Gerbangkaltim.com, Samarinda – Pengamanan ibadah Minggu Brimob Kaltim di Samarinda kembali dilaksanakan untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur diterjunkan ke sejumlah gereja di Kota Samarinda pada Minggu (26/7/2026) sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pengamanan dimulai sejak pukul 08.00 WITA dan dipimpin oleh Aipda Richard Thomas L.. Personel disiagakan di tiga rumah ibadah yang menjadi lokasi utama pelaksanaan ibadah Minggu, yakni GPIB Jemaat Immanuel Samarinda di Jalan Jenderal Sudirman No. 7, Gereja Katedral Samarinda di Jalan Jenderal Sudirman No. 40, serta GPIB Eben Haezer di Jalan Limau, Kelurahan Gunung Kelua.

Ratusan jemaat mengikuti ibadah di masing-masing gereja. GPIB Jemaat Immanuel dihadiri sekitar 300 jemaat, Gereja Katedral Samarinda sekitar 800 jemaat, sedangkan GPIB Eben Haezer diikuti sekitar 400 jemaat. Seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib tanpa adanya gangguan keamanan.

Komandan Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., mengatakan pengamanan rumah ibadah merupakan salah satu bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dalam menjamin kebebasan menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.

Menurutnya, kehadiran personel Brimob tidak hanya bertujuan mengantisipasi potensi gangguan keamanan, tetapi juga memberikan rasa tenang kepada jemaat selama mengikuti rangkaian ibadah.

“Kehadiran personel Brimob di lapangan adalah bentuk pelayanan nyata kepolisian untuk menjamin kebebasan dan kenyamanan masyarakat dalam beribadah. Kami berkomitmen untuk selalu hadir menjaga toleransi dan kondusivitas di wilayah hukum Kalimantan Timur,” ujar Kombes Pol. Ronny Suseno.

Selain melakukan penjagaan di sekitar area gereja, personel juga melaksanakan pemantauan terhadap lingkungan sekitar serta berkoordinasi dengan pengurus gereja untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana.

Kepala Bagian Operasi Satbrimob Polda Kalimantan Timur, AKP Nugroho Widihyanto, S.H., M.H., menjelaskan setiap personel telah diberikan arahan agar menjalankan pengamanan sesuai prosedur dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Ia menyebutkan bahwa sterilisasi area dan pemantauan terhadap akses masuk gereja dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat jalannya ibadah.

“Langkah sterilisasi dan pemantauan di titik-titik masuk gereja dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Selain itu, kami memastikan pelaksanaan ibadah Minggu berjalan tertib serta tetap mematuhi ketentuan yang berlaku,” jelas AKP Nugroho Widihyanto.

Selama kegiatan berlangsung, personel Brimob juga menjalin komunikasi dengan pengurus gereja dan jemaat sebagai bagian dari pendekatan preventif dalam menjaga situasi tetap kondusif. Kehadiran aparat kepolisian disambut positif karena memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah.

Hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, situasi di ketiga gereja terpantau aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan gangguan yang menghambat jalannya kegiatan keagamaan maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Satbrimob Polda Kalimantan Timur menegaskan akan terus melaksanakan pengamanan pada berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan, sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, serta menjaga kerukunan antarumat beragama di Kalimantan Timur.

Sumber: Humas Polda Kalimantan Timur.

Tinggalkan Komentar