Ikrar Zero Halinar dan Sertijab Kalapas Balikpapan, Komitmen Perkuat Integritas Lapas Kian Ditegaskan

Ikrar Zero Halinar
Pelaksanaan Ikrar Zero Halinar dan sertijab Kalapas Balikpapan sebagai wujud komitmen memperkuat integritas serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan profesional.

Gerbangkaltim.com, Balikpapan – Upaya memperkuat integritas dan profesionalisme di lingkungan pemasyarakatan kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Ikrar Zero Halinar yang dirangkaikan dengan serah terima jabatan (sertijab) Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Balikpapan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menjaga komitmen reformasi birokrasi di sektor pemasyarakatan.

Acara yang digelar di aula gedung baru Lapas Balikpapan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pegawai, mulai dari pejabat struktural, fungsional, hingga petugas pengamanan. Suasana berlangsung tertib dan penuh khidmat, mencerminkan keseriusan seluruh elemen dalam menjaga marwah institusi di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap layanan pemasyarakatan.

Ikrar Zero Halinar menjadi bagian utama dalam kegiatan ini. Komitmen tersebut menegaskan upaya bersama untuk menciptakan lingkungan lapas yang bersih dari handphone ilegal, pungutan liar, serta peredaran narkoba. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di bawah Kementerian Hukum dan HAM yang terus mendorong terciptanya sistem pemasyarakatan yang transparan dan akuntabel.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, dilakukan serah terima jabatan Kepala Lapas dari Edy Susetyo kepada Andri Lesmano. Pergantian kepemimpinan ini menjadi simbol kesinambungan organisasi sekaligus diharapkan membawa pembaruan dalam tata kelola lapas ke depan.

Dalam sambutannya, Edy Susetyo menekankan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai fondasi utama keberlangsungan institusi pemasyarakatan.

Sementara itu, Andri Lesmano menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program yang telah berjalan serta menghadirkan inovasi baru yang adaptif terhadap dinamika zaman. Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam pembinaan warga binaan, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban.

Menurutnya, pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga pada proses pembinaan yang memberi kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan lebih baik.

Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini mencerminkan bahwa reformasi birokrasi membutuhkan komitmen nyata yang berkelanjutan. Ikrar yang diucapkan menjadi janji moral seluruh jajaran untuk menjalankan tugas dengan integritas tinggi dalam setiap aspek pekerjaan.

Dalam konteks yang lebih luas, langkah ini mempertegas arah pembenahan sistem pemasyarakatan di Indonesia menuju tata kelola yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dengan semangat kolaborasi dan integritas, Lapas Kelas IIA Balikpapan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta menghadirkan sistem pembinaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Sumber: Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Balikpapan

Tinggalkan Komentar