Inspiratif! Petani Muda Berau Sukses Lipat Gandakan Hasil Panen

PT Berau Coal
Petani muda Kampung Tasuk Eko Saputra menunjukkan hasil panen beras unggulan seluas setengah hektare hasil pendampingan Program PPM PT Berau Coal di Kabupaten Berau.

TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.com – Sektor pertanian di tingkat pedesaan membutuhkan dorongan sarana produksi yang memadai, penguatan kapasitas, serta pendampingan intensif agar mampu tumbuh secara berkelanjutan. Langkah nyata inilah yang dirasakan langsung oleh Eko Saputra (36), seorang petani muda inspiratif asal Kampung Tasuk, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, yang sukses melipatgandakan hasil panen sawahnya berkat pendampingan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal sejak 2025.

Meski memiliki kesibukan harian sebagai pekerja swasta, Eko tetap konsisten mengolah lahan pertanian yang telah ditekuni selama 15 tahun sejak lulus SMP. Bagi Eko, mengolah sawah bukan sekadar mencari penghasilan tambahan, melainkan bentuk pengabdian nyata dalam memperkuat ketersediaan pangan lokal di Kabupaten Berau.

Kehadiran PT Berau Coal memberikan dorongan besar bagi Eko ketika ia dipercaya mengelola lahan persawahan tambahan seluas setengah hektare. Melalui tim lapangan Yayasan Dharma Bakti Berau Coal (YDBBC), perusahaan memberikan bantuan komprehensif mencakup bibit padi unggul, pupuk berimbang, obat-obatan pertanian, cairan pengendali gulma, hingga pendampingan teknis secara berkala.

Pada awal musim tanam di tahun 2025, Eko mengawali pengolahan lahan secara bertahap menggunakan 15 kilogram benih. Kendati baru menggarap separuh dari potensi lahan yang ada, panen perdana tersebut langsung membuahkan 13 karung gabah atau setara dengan 500 kilogram beras siap konsumsi.

Memasuki musim tanam 2026, berbekal evaluasi serta pendampingan rutin dari tim PPM Berau Coal, Eko memberanikan diri memaksimalkan seluruh area lahan seluas setengah hektare tersebut. Hasilnya sangat memuaskan, produksi padi melonjak drastis hingga mencapai 25 karung gabah dalam sekali panen.

“Alhamdulillah, dari bantuan yang diberikan Berau Coal dan pendampingan rutin di lapangan, saya bisa mengembangkannya dari awalnya 13 karung menjadi 25 karung beras dalam sekali panen. Hasil beras ini dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan warga di Kampung Tasuk dan Tanjung Redeb,” ujar Eko Saputra penuh syukur di Tanjung Redeb.

Eko menilai keberhasilan ini tak lepas dari pola pendampingan yang tidak sekadar memberikan bantuan fisik di awal, tetapi juga melakukan pemantauan berkala untuk mengidentifikasi kendala petani di lapangan. Ia berharap keberhasilan ini dapat memotivasi generasi muda di Berau untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Secara terpisah, Community Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, menegaskan bahwa program pengembangan sawah ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus menyelaraskan agenda pembangunan Pemkab Berau.

“Program pengembangan sawah ini tidak hanya menyasar petani berpengalaman, tetapi juga membuka ruang luas bagi petani muda untuk ikut mengembangkan sektor pertanian. Kami berharap dukungan ini dimanfaatkan secara optimal agar tercipta kemandirian pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Berau,” pungkas Reza Hermawan.

Tinggalkan Komentar