Klarifikasi EO: Sewa Tenant Berau Expo Maksimal Rp4,5 Juta!

Berau Expo 2026
EO Mata Sanggam mengklarifikasi tarif sewa tenant pedagang umum di Berau Expo 2026 maksimal Rp4,5 juta untuk 10 hari dan beberkan rincian operasionalnya.

TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.com – Menjawab simpang siur informasi mengenai besaran tarif sewa lapak pedagang umum dalam ajang Berau Expo 2026 pada 16–25 Oktober mendatang, pihak Event Organizer (EO) Mata Sanggam akhirnya angkat bicara menyampaikan rincian resminya. Pihak penyelenggara menegaskan bahwa tarif tertinggi sewa tenant bagi pedagang umum dipatok sebesar Rp4,5 juta untuk masa berjualan penuh selama 10 hari, bukan Rp5,5 juta seperti rumor yang beredar di masyarakat.

Ketua EO Mata Sanggam, Morten, menjelaskan bahwa penyediaan tenant berbayar ini dirancang khusus untuk memfasilitasi para pedagang umum dan UMKM mandiri yang belum tertampung dalam stan gratis yang disediakan pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Morten membeberkan, stan gratis yang disiapkan Pemkab Berau memprioritaskan UMKM binaan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau yang telah memenuhi legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi PIRT. Namun, mengingat antusiasme pedagang non-binaan yang sangat tinggi untuk mengais rezeki di pesta rakyat tahunan ini, pihaknya mengambil langkah diskresi dengan membuka area bazar komersial.

“Pemerintah sudah menyediakan tempat untuk UMKM binaan secara gratis. Namun, banyak pedagang umum yang belum memenuhi persyaratan legalitas tersebut ingin ikut memanfaatkan keramaian expo. Karena itu, kami berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memfasilitasi mereka,” terang Morten di Tanjung Redeb, Kamis (15/10/2026).

Morten merinci, angka Rp4,5 juta selama 10 hari—atau setara Rp450 ribu per hari—tersebut disusun secara akuntabel untuk menutupi seluruh kebutuhan operasional area bazar. Komponen biaya mencakup sewa unit tenda, penyediaan pasokan listrik daya besar beserta genset cadangan, Bahan Bakar Minyak (BBM), jasa pengamanan, kebersihan lingkungan, hingga pemulihan tata ruang jalan usai perhelatan berakhir.

Ia menambahkan, tarif Rp4,5 juta merupakan batas nominal tertinggi untuk posisi tenant paling strategis dekat dengan panggung utama. Untuk posisi lapak yang agak jauh, EO memberlakukan skema harga yang jauh lebih terjangkau.

Guna menjaga ketertiban, EO Mata Sanggam juga menggandeng Ikatan Pedagang Kaki Lima (IKPKL) untuk mendata para pedagang kawasan GOR Pemuda yang terdampak kegiatan. Karena keterbatasan area yang hanya mampu menampung sekitar 70 unit tenda dari 400 pendaftar, panitia menawarkan solusi fleksibel berupa skema sharing (satu tenda dipakai bersama oleh 2-3 pedagang) agar biaya sewa menjadi jauh lebih ringan.

Morten mengimbau para pedagang untuk bertransaksi langsung melalui kanal resmi panitia dan mewaspadai aksi percaloan. Apabila ada pihak yang menawarkan harga di atas Rp4,5 juta, dipastikan hal tersebut bukan merupakan kebijakan resmi dari EO Mata Sanggam.

Sumber: EO Mata Sanggam Berau Expo 2026

Tinggalkan Komentar