Jalan Batu Ampar Rusak Parah, DPRD Soroti Drainase dan Usulkan Solusi Cepat
Gerbangkaltim.com, Balikpapan — Kondisi jalan rusak di kawasan Batu Ampar, khususnya di Jalan AW Syahranie, terus menjadi perhatian serius. Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Daerah Pemilihan Balikpapan Utara, Japar Sidik, menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan tambal sulam, melainkan harus dibenahi dari sisi sistem drainase.
Menurut Japar, kerusakan jalan yang berulang kali terjadi selama ini disebabkan oleh genangan air yang tidak tertangani dengan baik. Air yang seharusnya mengalir melalui saluran justru meluber ke badan jalan, terutama saat hujan turun.
“Masalah utamanya bukan di jalan, tapi di drainase. Selama ini hanya ditambal, tapi rusak lagi karena air tetap menggenang,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia memastikan bahwa kekhawatiran terkait penertiban pedagang di lokasi tersebut kini sudah tidak menjadi kendala. Para pelaku UMKM yang sebelumnya berjualan di atas saluran air disebut telah berpindah ke area yang lebih tertata dan tidak lagi mengganggu fungsi drainase maupun badan jalan.
“Pedagang sudah tidak ada di atas parit. Jadi sekarang tidak ada lagi hambatan untuk melakukan perbaikan menyeluruh,” jelasnya.
Japar menjelaskan, titik kerusakan berada di pertemuan RT 09 dan RT 31, yang merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat. Jalan tersebut menjadi akses penting bagi mobilitas warga sehari-hari, sehingga kerusakan yang terjadi berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Dari hasil koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta dinas terkait, diketahui bahwa penyebab utama genangan berasal dari gorong-gorong yang tersumbat. Sumbatan ini disebabkan oleh kerusakan struktur dan material yang menghambat aliran air.
Akibatnya, saat hujan deras, air tidak dapat mengalir dengan lancar dan justru meluap ke jalan. Kondisi ini diperparah dengan sistem saluran yang tidak optimal, sehingga mempercepat kerusakan aspal.
Sebagai langkah cepat, Japar mengusulkan solusi sementara berupa pemasangan pipa pembuangan air sepanjang kurang lebih 50 meter. Tujuannya untuk mengalihkan aliran air dari titik genangan agar tidak kembali merusak jalan.
Selain itu, ia juga mendorong peninggian badan jalan agar posisinya lebih tinggi dari trotoar, serta membuka saluran tambahan guna memperlancar aliran air.
“Kalau tidak ada langkah sementara, kerusakan akan terus berulang. Pipa ini bisa jadi solusi cepat sambil menunggu perbaikan permanen,” tegasnya.
Ia menambahkan, rencana perbaikan permanen sebenarnya telah masuk dalam anggaran perubahan. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu, sehingga diperlukan tindakan segera agar kondisi jalan tidak semakin parah.
Japar berharap pemerintah kota dapat segera merealisasikan solusi jangka pendek tersebut demi menjaga aksesibilitas masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa penanganan yang lambat berpotensi merugikan warga dalam jangka panjang.
“Ini jalur penting bagi masyarakat. Tidak bisa menunggu terlalu lama. Harus ada langkah cepat agar tidak semakin merugikan warga,” pungkasnya.
Sumber: DPRD Kota Balikpapan
BACA JUGA
