KAD dengan Karo dan Bulukumba, Balikpapan Perkuat Pasokan Pangan untuk Tekan Inflasi
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur, memperkuat strategi pengendalian inflasi dengan membangun kerja sama pasokan pangan bersama sejumlah daerah penghasil komoditas. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Kerja sama itu dibahas dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Balikpapan, Selasa. Pemkot Balikpapan berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kesepakatan administratif, tetapi menghasilkan jaringan pasokan pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., mengatakan, kerja sama antardaerah menjadi salah satu strategi penting karena Balikpapan merupakan kota jasa yang memiliki keterbatasan lahan pertanian.
“Kerja sama antar daerah menjadi strategi utama memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi,” kata Rahmad Mas’ud, Selasa (11/8/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut membuat kebutuhan pangan Balikpapan sangat bergantung pada pasokan dari daerah lain. Karena itu, kesinambungan distribusi dari sentra produksi menjadi faktor penting untuk menjaga ketersediaan barang sekaligus mencegah lonjakan harga.
“Jangan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata,” ujar Rahmad Mas’ud.
Berdasarkan data hingga Juli 2026, inflasi Balikpapan tercatat 0,25 persen secara bulanan dan 3,06 persen secara tahunan. Sementara itu, inflasi tahun kalender mencapai 2,50 persen.
Angka inflasi tahunan Balikpapan tersebut masih berada dalam sasaran nasional, tetapi lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat 2,88 persen.
Rahmad Mas’ud menjelaskan, tekanan inflasi di Balikpapan dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, kenaikan harga base oil dunia, fluktuasi nilai tukar rupiah, biaya logistik, serta peningkatan harga bahan baku.
Dalam kerja sama tersebut, Kabupaten Karo memiliki posisi strategis sebagai salah satu sentra hortikultura nasional. Daerah tersebut memasok berbagai komoditas seperti cabai, tomat, kentang, kubis, wortel, dan bawang.
Adapun Kabupaten Bulukumba memiliki potensi perikanan, peternakan, dan pertanian yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Balikpapan.
Rahmad meminta perangkat daerah terkait segera menyusun langkah konkret setelah kerja sama ditandatangani.
Salah satunya melalui penguatan jaringan distribusi serta pertukaran informasi mengenai produksi dan perkembangan harga komoditas.
Selain membangun kerja sama pasokan, TPID Balikpapan selama ini telah menjalankan berbagai program untuk menjaga stabilitas harga. Program tersebut meliputi Gerakan Pangan Murah, pasar murah, operasi pasar, penyebaran bibit hortikultura, pemantauan harga harian, penguatan kios penyeimbang, hingga business matching dengan pelaku usaha.
Pemkot Balikpapan menilai kolaborasi lintas daerah semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim, dinamika harga energi, dan tingginya ketergantungan kota terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
Melalui kerja sama dengan daerah penghasil, pemerintah berharap rantai pasok pangan ke Balikpapan semakin terjamin sehingga ketersediaan komoditas tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
