Kalapas Banjarmasin Tinjau Pembangunan Jembatan Bimker, Dukung Produktivitas Program Perikanan

Lapas Banjarmasin
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, saat meninjau langsung pembangunan Jembatan Gedung Bimbingan Kerja (Bimker), Kamis (26/2/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, meninjau langsung pembangunan Jembatan Gedung Bimbingan Kerja (Bimker), Kamis (26/2/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana serta mendukung optimalisasi program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Jembatan tersebut dibangun sebagai akses penghubung menuju area kolam perikanan yang berada di tengah kawasan kegiatan kerja. Selama ini, akses menuju kolam dinilai kurang memadai sehingga berpotensi menghambat aktivitas budidaya, mulai dari pemberian pakan, pengecekan kualitas air, hingga proses panen.

Akhmad Herriansyah mengatakan, keberadaan jembatan menjadi fasilitas pendukung penting dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan kerja.

“Pembangunan jembatan ini menjadi sarana pendukung agar proses panen ikan di kolam tengah lebih mudah, aman, dan efisien. Kami ingin setiap program pembinaan benar-benar ditunjang infrastruktur yang memadai,” ujarnya saat meninjau lokasi pembangunan.

Konstruksi jembatan menggunakan kayu ulin, material khas Kalimantan yang dikenal kuat dan tahan terhadap kondisi lembab maupun genangan air. Pemilihan material tersebut disesuaikan dengan lingkungan kolam perikanan yang memiliki tingkat kelembaban tinggi.

Menurut Herriansyah, pembangunan infrastruktur sederhana namun tepat guna merupakan bagian dari strategi penguatan program pembinaan berbasis keterampilan.

“Pembinaan kemandirian tidak hanya soal pelatihan, tetapi juga bagaimana sarana dan prasarana mendukung proses kerja secara nyata. Dengan akses yang baik, ritme kerja menjadi lebih teratur dan produktivitas meningkat,” kata dia.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menambahkan bahwa fasilitas tersebut akan memperlancar distribusi pakan dan pengangkutan hasil panen, sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

“Dengan adanya jembatan ini, kegiatan perikanan menjadi lebih efektif dan aman. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan program serta memastikan hasilnya optimal,” ucapnya.

Salah satu warga binaan yang terlibat dalam program perikanan mengaku merasakan manfaat langsung dari pembangunan akses tersebut. Ia menyebut aktivitas pemberian pakan dan panen kini lebih mudah dilakukan tanpa kekhawatiran terpeleset saat melintas.

Program perikanan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan produktif. Melalui dukungan infrastruktur seperti Jembatan Gedung Bimker, pihak lapas berharap proses pembelajaran praktik dapat berjalan lebih efektif serta mendorong peningkatan hasil produksi.

Tinggalkan Komentar