Karhutla 3 Hektare di Kubar Dipadamkan Prajurit Brigif

karhutla
Prajurit Brigif TP 85/BTC bersama tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran lahan di Desa Jengan Danum, Kecamatan Damai, Kutai Barat.

KUTAI BARAT, Gerbangkaltim.com – Karhutla di Desa Jengan Danum, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), membakar lahan sekitar tiga hektare sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim gabungan.

Kobaran api yang melanda lahan milik warga di Desa Jengan Danum, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, sempat mengkhawatirkan masyarakat. Kondisi lahan yang kering ditambah hembusan angin membuat api dengan cepat meluas.

Situasi tersebut langsung mendapat respons dari prajurit Brigif TP 85/BTC yang diterjunkan untuk membantu proses pemadaman. Personel TNI bersama unsur gabungan bergerak ke lokasi setelah mengetahui adanya kebakaran yang mengancam kawasan sekitar.

Kebakaran diperkirakan melanda area seluas kurang lebih tiga hektare. Berdasarkan informasi di lapangan, muncul dugaan api dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan. Api juga disebut dapat merambat karena adanya puing-puing sisa kebakaran dari wilayah lain di sekitar kawasan PT CAM.

Pergerakan api yang cepat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Medan menuju lokasi kebakaran juga cukup sulit sehingga membutuhkan koordinasi dan kerja bersama dari berbagai unsur.

Prajurit Brigif TP 85/BTC kemudian bergabung dengan BPBD, TNI-Polri, masyarakat, relawan, karyawan PT CAM serta unsur pemadam kebakaran Kecamatan Damai untuk melakukan penanganan.

Api Berhasil Dikendalikan Menjelang Malam

Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu dengan menyesuaikan kondisi medan dan arah pergerakan api. Warga bersama petugas membantu mengendalikan titik-titik api agar tidak kembali meluas.

Dalam penanganan tersebut, turut dikerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran Karhutla Kecamatan Damai serta satu unit mobil water tank (WT) milik PT CAM.

Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan secara bersama-sama, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.24 WITA.

Keberhasilan penanganan tersebut tidak lepas dari respons cepat personel di lapangan. Kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.

Peristiwa ini sekaligus kembali menunjukkan besarnya risiko kebakaran lahan ketika kondisi lingkungan kering dan angin bertiup cukup kencang. Api yang awalnya muncul dari titik tertentu dapat berkembang dengan cepat apabila tidak segera ditangani.

Masyarakat di sekitar kawasan juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan sumber api. Puntung rokok maupun material yang masih menyimpan bara dapat menjadi pemicu kebakaran ketika berada di lahan dengan kondisi kering.

Respons cepat dan koordinasi lintas unsur menjadi kunci dalam penanganan karhutla di wilayah Kutai Barat. Upaya pencegahan pun tetap diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali meluas dan mengancam lingkungan maupun lahan masyarakat.

Sumber: Brigif TP 85/BTC

Tinggalkan Komentar