Kasdam Mulawarman Buka Diklat SPPI Penggerak Desa Nelayan
Gerbangkaltim.com, Balikpapan – Upaya memperkuat ketahanan nasional tidak hanya dilakukan melalui pembangunan sektor pertahanan, tetapi juga dengan menciptakan masyarakat yang mandiri dan berdaya secara ekonomi. Semangat inilah yang menjadi landasan pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang resmi dibuka di Balikpapan.
Pembukaan diklat dilakukan oleh Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan, S.Sos., M.I.P., mewakili Pangdam VI/Mulawarman. Dalam kesempatan tersebut, Kasdam membacakan amanat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang menekankan pentingnya membangun ketahanan nasional secara menyeluruh di tengah berbagai tantangan global.
Menurutnya, kondisi dunia saat ini diwarnai oleh ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, tantangan ketahanan pangan, hingga dinamika geopolitik yang terus berkembang. Karena itu, ketahanan bangsa tidak lagi hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya secara produktif dan berkelanjutan.
“Ketahanan nasional juga ditopang oleh ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, serta kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi yang dimiliki secara mandiri,” ujar Brigjen TNI Andy Setyawan saat membacakan amanat.
Program SPPI hadir sebagai salah satu langkah strategis untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan kemampuan adaptasi yang tinggi. Para peserta akan menjalani proses pendidikan yang mengombinasikan pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, serta pembinaan fisik secara terintegrasi.
Selama masa pelatihan, peserta akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran dengan metode Tripola Dasar. Metode ini meliputi pembinaan sikap dan perilaku guna membangun kedisiplinan dan karakter, peningkatan pengetahuan serta keterampilan teknis, hingga pembinaan jasmani untuk meningkatkan ketahanan fisik.
Tidak hanya itu, peserta juga akan menerima pembekalan khusus mengenai pengelolaan koperasi serta pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih. Materi tersebut dirancang untuk membekali mereka menjadi penggerak pembangunan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan kawasan pesisir.
Kasdam menegaskan bahwa lulusan program ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak yang menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat. Mereka tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Andy Setyawan menyampaikan lima pesan penting kepada seluruh peserta. Pertama, mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Kedua, menanamkan integritas, nasionalisme, dan semangat bela negara. Ketiga, mengembangkan pola pikir kritis, kreatif, inovatif, dan adaptif.
Selanjutnya, peserta diminta membangun kepemimpinan yang melayani dan menjunjung tinggi nilai gotong royong. Terakhir, mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata melalui penguatan koperasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Menurut Kasdam, keberhasilan program ini tidak diukur dari selesainya proses pendidikan semata, melainkan dari sejauh mana para peserta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setelah kembali ke daerah masing-masing.
Dengan hadirnya Diklat SPPI Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki jiwa kepemimpinan dan nasionalisme yang kuat, tetapi juga mampu berkontribusi dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Sumber: Pendam VI/Mulawarman
BACA JUGA
