KBB-KT Balikpapan Dorong Warga Banjar Perkuat Peran dan Kontribusi di Kota Minyak

KBBKT Balikpapan
Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KBB-KT) Kota Balikpapan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) V dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 dengan mengusung tema “Balikpapan, Baldatun, Thayyibatun wa Rabbun Ghafur”. Minggu (27/9/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KBB-KT) Kota Balikpapan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) V dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 dengan mengusung tema “Balikpapan, Baldatun, Thayyibatun wa Rabbun Ghafur”.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga Banjar di Balikpapan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Ketua Pengurus Wilayah KBB-KT Kalimantan Timur, Dr H Irianto Lambrie mengatakan, masyarakat Banjar memiliki sejarah panjang dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaan di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Timur.

Ia mengingatkan agar keberadaan masyarakat Banjar tidak hanya dimaknai sebagai identitas kesukuan, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Pesan Banjar itu rakat, kuat, bamartabat. Kita harus menjaga kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan membangun kehidupan yang bermartabat,” kata Irianto dalam kegiatan tersebut, Minggu (27/9/2026).

Menurut dia, banyak tokoh Banjar maupun tokoh pendidikan dan keagamaan yang telah memberikan teladan melalui pengabdian dan kesederhanaan.

Irianto mencontohkan sejumlah tokoh yang menurutnya mampu menjaga nilai keikhlasan dalam menjalankan peran di tengah masyarakat. Nilai tersebut, kata dia, penting diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kunci yang kita lakukan sampai sekarang sehingga bisa berlanjut dan eksis karena mereka melakukannya dengan keikhlasan. Itu dibuktikan bukan dengan omongan, tetapi melalui pengabdian yang dirasakan semua,” ujarnya.

Ia juga mendorong warga Banjar, khususnya generasi muda, untuk memperbanyak belajar dari berbagai daerah dan lembaga yang berhasil mengembangkan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Menurut Irianto, perjalanan dan pengalaman di berbagai tempat dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat organisasi serta meningkatkan kontribusi warga Banjar di daerah.

Banjar bagian dari masyarakat Kaltim

Dalam kesempatan tersebut, Irianto juga mengingatkan warga Banjar agar tidak terjebak pada kebanggaan identitas semata.

Menurut dia, masyarakat Banjar merupakan bagian dari masyarakat Kalimantan Timur yang hidup berdampingan dengan berbagai suku dan kelompok masyarakat lainnya.

“Jangan sampai kita berbangga-bangga diri, akhirnya menjadi sombong dan kita tidak mendapatkan apa-apa,” katanya.

Ia menegaskan, masyarakat Banjar memiliki posisi yang sama sebagai bagian dari masyarakat Kalimantan Timur bersama berbagai suku lainnya.

“Orang Banjar di Kalimantan Timur juga adalah pemilik sah wilayah ini, bersama suku lain,” ujar Irianto.

Ia mengatakan keberagaman masyarakat Kaltim merupakan modal penting untuk membangun daerah. Karena itu, identitas kesukuan seharusnya menjadi kekuatan untuk mempererat hubungan sosial, bukan menjadi alasan untuk membangun sekat antarmasyarakat.

Irianto juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai religius yang selama ini melekat dalam kehidupan masyarakat Banjar.

Menurut dia, pengenalan terhadap sejarah, budaya, dan karakter masyarakat Banjar perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Musda sekaligus konsolidasi organisasi

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KBB-KT Kota Balikpapan yang juga sebagai Ketua Musda V PD KBB Kota Balikpapan dan Raker 2026, Saifullah Abdul Munif, mengatakan Musda V dan Rakerda 2026 menjadi bagian penting dalam konsolidasi organisasi di tingkat kota.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Balikpapan, Baldatun, Thayyibatun wa Rabbun Ghafur” yang diharapkan tidak hanya menjadi harapan warga Banjar, tetapi juga seluruh masyarakat yang tinggal di Balikpapan.

“Harapan bukan saja bagi suku Banjar atau bubuhan Banjar yang tinggal di Kota Balikpapan, tentunya harapan bagi suku-suku lain yang juga tinggal di Kota Balikpapan,” kata Saifullah.

Ia berharap Balikpapan terus menjadi kota yang aman, nyaman, dan memberikan kemakmuran bagi masyarakat.

“Kami sebagai warga Banjar yang tinggal di Kota Balikpapan tentunya mendapatkan kota yang aman dan berkemakmuran, ketenangan secara lahiriah, rasa aman, serta ketenangan sosial yang nyaman,” ujarnya.

Saifullah menjelaskan, selama menjalankan tugas sebagai Plt Ketua KBB-KT Kota Balikpapan, pihaknya melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pengurus daerah serta melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan pengurus cabang atau kecamatan.

Menurut dia, seluruh pengurus KBB-KT di tingkat kecamatan di Kota Balikpapan telah terbentuk.

“Alhamdulillah semua pengurus Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur Kota Balikpapan, semua kecamatan sudah terbentuk,” katanya.

Musda V dan Rakerda 2026 sekaligus menjadi bagian dari proses organisasi untuk menentukan arah program kerja KBB-KT Kota Balikpapan ke depan.

Saifullah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk jajaran Pengurus Wilayah KBB-KT Kalimantan Timur.

Ia berharap hasil Musda dan Rakerda dapat memperkuat organisasi serta memberikan manfaat lebih luas bagi warga Banjar dan masyarakat Balikpapan secara keseluruhan.

“Semoga Kota Balikpapan yang sama-sama kita cintai ini selalu dalam lindungan Allah SWT,” kata Saifullah.

Tinggalkan Komentar