KBKKT Balikpapan Fokus Konsolidasi Enam DPC dan Paguyuban Banjar

KBBKT
Ketua KBKKT Kota Balikpapan terpilih, Rendy S Ismail mulai menyiapkan agenda konsolidasi organisasi setelah Musyawarah Daerah (Musda) V yang digelar pada 27 September 2026, Minggu (4/10/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Kepengurusan baru Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KBKKT) Kota Balikpapan mulai menyiapkan agenda konsolidasi organisasi setelah Musyawarah Daerah (Musda) V yang digelar pada 27 September 2026.

Ketua KBKKT Kota Balikpapan terpilih, Rendy S Ismail, mengatakan konsolidasi menjadi langkah awal yang akan dilakukan setelah seluruh rangkaian Musda dituntaskan.

Hal itu disampaikan Rendy saat pembubaran panitia Musda V, Minggu (4/10/2026).

Menurut Rendy, pembubaran panitia bukan akhir dari proses organisasi. Momentum tersebut justru menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan amanah selama lima tahun ke depan.

“Pembubaran hari ini anggap saja sebagai starting point. Ini akan kami manfaatkan untuk konsolidasi, terutama memperkuat organisasi,” kata Rendy.

Salah satu fokus konsolidasi adalah memperkuat enam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KBKKT yang berada di tingkat kecamatan.
Selain struktur organisasi, KBKKT juga akan mempererat hubungan dengan berbagai paguyuban masyarakat Banjar berdasarkan daerah asal.

Paguyuban masyarakat asal Amuntai, Kandangan, Rantau dan daerah lainnya di Kalimantan Selatan menjadi bagian yang akan dirangkul dalam konsolidasi tersebut.

Rendy berharap penguatan struktur dan jejaring paguyuban dapat mempererat hubungan antarmasyarakat Banjar di Balikpapan.

“Konsolidasi ini mudah-mudahan bisa memperkuat kerakatan, persatuan dan kekeluargaan orang Banjar di Balikpapan,” ujarnya.

Dorong Tradisi dan Budaya Banjar

Selain konsolidasi organisasi, kepengurusan baru KBKKT akan mengembangkan program yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan dan kebudayaan Banjar.

Rendy mengatakan nilai religius merupakan salah satu karakter yang melekat dalam masyarakat Banjar. Karena itu, kegiatan keagamaan akan menjadi salah satu bagian penting dalam program organisasi.

“Orang Banjar dikenal dengan filosofi baiman, betaqwa, bauntung dan batuah. Pendekatannya tentu kegiatan yang sifatnya religius dan keagamaan akan kami kembangkan,” katanya.

Tradisi Banjar juga akan mendapat perhatian. Kegiatan seperti peringatan Maulid Nabi dan tradisi budaya babayun akan didorong agar tetap hidup di tengah masyarakat Banjar yang tinggal di Balikpapan.

Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga identitas budaya Banjar sekaligus mengenalkan tradisi kepada generasi muda.

Perkuat Ekonomi Warga Banjar
KBKKT juga akan memberi perhatian pada sektor ekonomi.

Rendy menyebut cukup banyak masyarakat Banjar di Balikpapan yang bergerak di bidang perdagangan dan usaha. Karena itu, organisasi akan mendorong terbentuknya semangat saling mendukung di antara pelaku usaha.

“Persaingan boleh, tetapi bagaimana sesama orang Banjar bisa saling melakukan penguatan. Semangat kebersamaan itu yang ingin kami bangun,” ujarnya.

Rendy menilai keberadaan KBKKT tidak semata-mata menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan tempat masyarakat Banjar tinggal.

Ia memperkirakan masyarakat Banjar memiliki proporsi yang cukup besar di Balikpapan, yakni sekitar 15 persen dari jumlah penduduk kota tersebut.

Dengan jumlah tersebut, KBKKT diharapkan mampu mengartikulasikan kepentingan masyarakat Banjar sekaligus berkontribusi dalam pembangunan Kota Balikpapan.

“Kami ingin orang-orang Banjar juga berperan aktif dalam kemajuan Balikpapan,” tegasnya.

Tidak Batasi Pilihan Politik

Di sisi lain, Rendy memastikan KBKKT tidak akan membatasi pilihan politik masyarakat Banjar.

Menurut dia, KBKKT merupakan organisasi kemasyarakatan dan bukan organisasi politik. Karena itu, warga Banjar yang ingin berkiprah sebagai politisi tetap memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan dan jalannya masing-masing.

“Kalau ada orang-orang Banjar yang maju sebagai politisi tidak ada masalah. Kami akan melihat track record siapa yang kemudian maju,” katanya.

Rendy berharap kepengurusan baru KBKKT dapat menjadikan organisasi sebagai rumah bersama masyarakat Banjar di Balikpapan.

Menurut dia, identitas budaya dan semangat kekeluargaan tidak cukup hanya dipertahankan sebagai simbol, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan kota.

Tinggalkan Komentar