Kebakaran Gunung Guntur Lalap Dua Rumah, Mobil Damkar Terjebak Jembatan Patah

Kebakaran
Kebakaran melanda kawasan permukiman di Jalan D.I. Panjaitan, Gunung Guntur, RT 25, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, Rabu (23/9/2026) dini hari.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Kebakaran melanda kawasan permukiman di Jalan D.I. Panjaitan, Gunung Guntur, RT 25, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, Rabu (23/9/2026) dini hari.

Api diketahui muncul sekitar pukul 02.30 WITA ketika sebagian besar warga masih terlelap. Suara teriakan warga sontak membangunkan penghuni rumah dan memicu kepanikan di tengah suasana permukiman yang masih sepi.

Petugas pemadam kebakaran bersama relawan langsung bergerak menuju lokasi. Namun, upaya menjinakkan api tidak berjalan mudah.

Kontur kawasan yang berada di dataran cukup tinggi membuat akses menuju titik kebakaran terbatas.

Kondisi semakin sulit setelah sebuah jembatan di jalan lingkungan patah. Akibatnya, satu unit kendaraan pemadam kebakaran sempat terjebak di sekitar lokasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Usman Ali mengatakan, kendaraan tersebut masih dapat digunakan untuk membantu proses pemadaman meski akses keluar masuk terbatas.

“Saat ini satu unit kami juga terjebak karena jembatan patah. Namun, masih bisa melakukan proses pemadaman,” ujar Usman di lokasi kejadian.

Menurut Usman, setelah menerima laporan sekitar pukul 02.30 WITA, BPBD langsung mengerahkan armada dari sejumlah sektor untuk mempercepat penanganan.

“Untuk unit yang dikeluarkan dari beberapa sektor, yakni Selatan, Utara, Barat, Tengah, dan Kota. Ditambah dari markas dua unit, serta dibantu TNI Angkatan Laut dan Polri,” katanya.

Petugas kemudian berjibaku mengendalikan kobaran api sekaligus melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali menjalar ke bangunan lain.

Usman menyebut, api dapat dikuasai sekitar satu jam setelah petugas mulai melakukan pemadaman. Salah satu faktor yang membuat api cepat membesar adalah material bangunan yang sebagian besar berbahan kayu.

“Rumah yang terbakar terbuat dari hampir seluruhnya bahan kayu,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara BPBD Balikpapan, terdapat dua rumah yang terdampak dalam kebakaran tersebut.

Meski api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan dilakukan hingga sekitar pukul 04.00 WITA, petugas masih memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui. BPBD masih berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengetahui sumber awal munculnya api.

“Informasi awal api belum kita ketahui. Nanti kita berkomunikasi dengan pihak Kepolisian Kota Balikpapan,” kata Usman.

Hingga proses penanganan berlangsung, BPBD juga belum menerima laporan adanya korban meninggal dunia maupun luka akibat peristiwa tersebut.

“Untuk saat ini informasi yang kita dapat juga belum ada korban jiwa. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Pendataan kerusakan dan dampak kebakaran masih dilakukan setelah lokasi dinyatakan aman.

Tinggalkan Komentar