Kebakaran Lahan Gambut Sangkulirang, Brimob Kaltim Tembus 20 Hektar
KUTAI TIMUR, Gerbangkaltim.com – Kebakaran lahan gambut Sangkulirang yang melanda Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, kembali memicu aksi tanggap darurat dari aparat kepolisian. Guna mencegah kerusakan ekosistem yang lebih parah, personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim diterjunkan langsung untuk menaklukkan kobaran api yang menghanguskan area lahan gambut seluas kurang lebih 20 hektare di Desa Kolek, Kecamatan Sangkulirang.
Operasi pemadaman yang berlangsung dramatis dan melelahkan ini dipimpin oleh Aipda Simson bersama empat personel tangguh. Tim tanggap darurat berjibaku melawan kepulan asap pekat dan membara sejak Senin (21/9/2026) pukul 16.30 WITA hingga penanganan berhasil diselesaikan pada Selasa (22/9/2026) dini hari pukul 01.30 WITA. Sembilan jam penuh para personel bertahan di tengah medan gambut yang sulit demi menjinakkan si jago merah.
Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi serta ketangguhan para anggotanya di lapangan. Ia menekankan bahwa karakter lahan gambut memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi dan membutuhkan teknik pemadaman khusus.
“Penanganan karhutla, khususnya di lahan gambut, membutuhkan ketahanan fisik dan kewaspadaan tinggi karena api dapat merambat hingga ke bawah permukaan. Respons cepat personel merupakan bagian dari komitmen Brimob Polda Kaltim dalam mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan,” tegas Kombes Pol. Ronny Suseno.
Selain melakukan penyiraman langsung pada kobaran api utama, tim Brimob juga melakukan proses penyisiran dan pendinginan (cooling down) secara menyeluruh di lokasi terdampak. Langkah ini sangat krusial mengingat bara api pada vegetasi gambut kerap bersembunyi di dalam tanah dan berpotensi memicu kebakaran susulan jika terbawa angin kencang.
Meski lokasi titik api berada relatif jauh dari zona pemukiman warga, upaya pengamanan tetap dilaksanakan secara efisien dan tanpa kompromi. Setelah pertempuran maraton selama sembilan jam, seluruh titik panas berhasil dipadamkan sepenuhnya. Hingga saat ini, area Desa Kolek terpantau dalam kondisi aman dan kondusif, sementara jajaran kepolisian tetap bersiaga melakukan pemantauan berkala guna mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api baru.
Sumber: Humas Satbrimob Polda Kalimantan Timur
BACA JUGA
