“Keluarga Suami Adalah Hama”, Potret Rumah Tangga Generasi Sandwich yang Relate bagi Banyak Pasangan
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Sutradara Anggy Umbara kembali menghadirkan kisah keluarga yang dekat dengan realitas masyarakat melalui film Keluarga Suami Adalah Hama. Film produksi Umbara Brothers Film dan VMS Studio itu mengangkat konflik rumah tangga yang dipicu campur tangan keluarga besar serta tekanan ekonomi generasi sandwich.
Film tersebut mengikuti kehidupan Intan yang diperankan Raihaanun, seorang istri yang harus tinggal bersama keluarga suaminya, Damar, yang dimainkan Omar Daniel.
Sebagai anak pertama setelah sang ayah meninggal dunia, Damar memikul tanggung jawab besar untuk membiayai ibu dan kedua adiknya, selain memenuhi kebutuhan rumah tangganya sendiri bersama Intan.
Kondisi itu membuat Intan harus beradaptasi dengan lingkungan keluarga baru yang penuh tekanan.
Konflik semakin memuncak ketika Intan tinggal bersama ibu mertuanya yang dominan, diperankan Meriam Bellina, serta dua adik Damar yang dianggap kerap bertindak seenaknya, yakni Bella yang diperankan Sitha Marino dan Danan yang dimainkan Jeremie Moeremans.
Menurut Anggy Umbara, kisah dalam film ini lahir dari fenomena yang banyak terjadi di Indonesia, terutama pada pasangan muda yang harus menopang kehidupan keluarga besar.
“Yang paling penting dari keluarga supaya harmonis adalah semua punya fungsi dan batas masing-masing. Jangan sampai pasangan muda terus ditekan untuk menanggung semuanya,” ujar Anggy dalam sesi promosi film di Studio E-walk XXI Balikpapan, Jum’at (22/5/2026).
Ia mengatakan, banyak generasi muda saat ini berada dalam posisi sulit karena harus membiayai orangtua, adik, hingga keluarga lain di tengah perjuangan membangun rumah tangga sendiri.
“Ini relate banget dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Banyak milenial yang harus menopang kehidupan keluarga besar sambil tetap menghidupi keluarga kecil mereka,” kata Anggy.
Meski mengangkat tema berat, Anggy menilai respons penonton sejauh ini sangat positif. Ia bahkan membuka peluang menghadirkan sekuel apabila film tersebut mendapat sambutan besar di bioskop.
“Reaksi penonton bagus dan banyak yang merasa relate. Kalau sampai satu juta penonton, mungkin bisa dibuat lanjutannya,” ujarnya sambil tertawa.
Sementara itu, Fairuz A. Rafiq yang berperan sebagai Sisi, sahabat dekat Intan, mengaku langsung tersentuh ketika pertama kali membaca skenario film tersebut.
“Baru baca skenario saja emosinya sudah campur aduk. Waktu menonton filmnya pertama kali, meskipun sudah tahu ceritanya, tetap terbawa emosi,” kata Fairuz.
Menurut dia, kekuatan cerita dalam film ini terletak pada kedekatannya dengan kehidupan sehari-hari pasangan suami istri di Indonesia.
“Film ini tidak memihak siapa pun. Kita bisa belajar memahami istri, memahami suami, bahkan belajar bagaimana menjadi mertua dan ipar yang ideal,” ujarnya.
Fairuz juga menyebut keberanian Anggy mengangkat isu keluarga sebagai salah satu kekuatan utama film tersebut.
“Banyak orang mengalami hal seperti ini, tetapi tidak semua berani membahasnya. Film ini memberi pelajaran bahwa semua pihak sebenarnya sama-sama butuh dipahami,” tutur dia.
Film Keluarga Suami Adalah Hama resmi tayang di bioskop mulai 21 Mei 2026. Selain menampilkan drama rumah tangga yang emosional, film ini juga memperlihatkan dilema seorang suami yang terjebak antara kewajiban terhadap keluarga asal dan tanggung jawab kepada istrinya.
Akting para pemain pendukung disebut menjadi salah satu kekuatan film. Penampilan Meriam Bellina sebagai mertua yang dominan sukses memancing emosi penonton, sementara karakter adik-adik Damar yang diperankan Sitha Marino dan Jeremie Moeremans turut menambah ketegangan cerita.
Meski memiliki judul yang terkesan keras, film ini justru mencoba menunjukkan bahwa konflik keluarga tidak selalu menghadirkan sosok yang sepenuhnya salah atau jahat. Sebaliknya, setiap karakter digambarkan memiliki alasan dan luka masing-masing dalam mempertahankan keluarganya.
BACA JUGA
