Pencarian Nelayan Hilang Muara Berau, Basarnas Balikpapan Kerahkan Tim SAR Gabungan

Basarnas Balikpapan
Tim Rescue Pos SAR Sangatta bersama unsur SAR gabungan bersiap melakukan operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Muara Berau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Gerbangkaltim.com, Kutai Kartanegara – Pencarian nelayan hilang Muara Berau terus dilakukan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan setelah seorang nelayan dilaporkan belum kembali dari aktivitas memancing di perairan Muara Berau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Korban diketahui bernama Hasriarto (37), warga RT 01 Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak. Hingga operasi pencarian dimulai, korban masih belum ditemukan sehingga Basarnas bersama unsur SAR gabungan mengintensifkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Informasi mengenai dugaan kecelakaan kapal tersebut diterima Basarnas Balikpapan pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Laporan disampaikan oleh Aco Ferdiansyah, keluarga korban, yang menginformasikan bahwa Hasriarto belum kembali sejak berangkat melaut dua hari sebelumnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban berangkat seorang diri untuk memancing pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 16.30 WITA di perairan Muara Berau. Namun hingga keesokan harinya korban tak kunjung pulang ke rumah.

Kekhawatiran keluarga dan warga semakin besar setelah pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 08.00 WITA, nelayan bersama masyarakat setempat menemukan kapal milik korban dalam kondisi setengah tenggelam di sekitar lokasi perairan.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Pos SAR Sangatta segera melakukan koordinasi dengan keluarga korban dan instansi terkait sebelum bergerak menuju lokasi kejadian pada Jumat (17/7/2026) pukul 11.20 WITA.

Lokasi pencarian berada sekitar 51 nautical mile ke arah selatan dari Pos SAR Sangatta dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam menggunakan armada laut.

Untuk mendukung proses pencarian, Basarnas Balikpapan mengerahkan sejumlah peralatan SAR, antara lain Rescue Car, Rigid Inflatable Boat (RIB), peralatan SAR air, perlengkapan penyelaman, perangkat komunikasi, hingga perlengkapan medis.

Seluruh peralatan tersebut disiapkan guna mempercepat proses pencarian sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi selama operasi berlangsung.

Operasi SAR juga melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Sangatta, TNI Angkatan Laut, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kalimantan Timur, serta keluarga korban yang turut membantu memberikan informasi di lapangan.

Meski cuaca selama operasi dilaporkan dalam kondisi cerah, proses pencarian tetap menghadapi tantangan berupa gelombang laut yang cukup tinggi di kawasan perairan Muara Berau. Kondisi tersebut mengharuskan seluruh personel SAR bekerja ekstra hati-hati demi menjaga keselamatan selama pelaksanaan operasi.

Basarnas Balikpapan memastikan pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan mengoptimalkan koordinasi seluruh unsur SAR gabungan.

Selain memperluas area penyisiran, tim juga terus mengumpulkan informasi dari nelayan sekitar yang kemungkinan mengetahui keberadaan korban maupun perkembangan kondisi di lokasi kejadian.

Basarnas menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung. Sementara itu, keluarga korban berharap upaya pencarian dapat segera membuahkan hasil sehingga Hasriarto dapat segera ditemukan.

Sumber: Basarnas Balikpapan

Tinggalkan Komentar