Klinik Jantung Pratama YJI Kaltim Disiapkan, Percepat Penanganan Awal Pasien Jantung
Gerbangkaltim.com, Samarinda – Klinik Jantung Pratama YJI Kaltim menjadi salah satu program strategis yang tengah dipersiapkan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kalimantan Timur untuk memperluas akses pelayanan kesehatan jantung bagi masyarakat. Kehadiran klinik tersebut diharapkan mampu memberikan penanganan awal yang lebih cepat bagi warga yang mengalami gangguan jantung sekaligus memperkuat peran YJI dalam upaya pencegahan dan edukasi kesehatan.
Rencana pembentukan klinik disampaikan Ketua YJI Cabang Kalimantan Timur, Wahyu Hernaningsih Seno, pada Jumat (17/7/2026). Menurutnya, layanan tersebut akan menjadi langkah baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan organisasi kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan jantung.
Ia menjelaskan, Klinik Jantung Pratama dirancang sebagai fasilitas pelayanan tingkat pertama yang dapat memberikan penanganan awal terhadap pasien dengan keluhan jantung sebelum memperoleh layanan lanjutan di rumah sakit.
Menurut Wahyu, kecepatan menjadi faktor yang sangat menentukan dalam penanganan penyakit jantung. Karena itu, keberadaan layanan yang lebih mudah dijangkau diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang keselamatan pasien.
“Ini merupakan rencana strategis kami ke depan. Tujuannya agar keberadaan YJI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Wahyu Hernaningsih Seno.
Ia menambahkan, setiap detik memiliki arti penting ketika seseorang mengalami gangguan jantung. Penanganan yang cepat dan tepat dinilai dapat mengurangi risiko komplikasi maupun kematian akibat keterlambatan pertolongan medis.
“Setiap detik sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang mengalami gangguan jantung,” tambahnya.
Untuk mendukung program tersebut, YJI Kalimantan Timur akan menjalin kolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Samarinda. Kerja sama itu akan difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan jantung.
Sebagai langkah awal, seluruh pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kalimantan Timur akan mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Pelatihan tersebut bertujuan membekali pengurus dengan kemampuan dasar memberikan pertolongan pertama kepada korban henti jantung maupun kondisi darurat lainnya sebelum tenaga medis tiba di lokasi.
Pengurus yang berhasil menyelesaikan pelatihan nantinya akan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai bukti telah memiliki keterampilan dasar dalam melakukan tindakan penyelamatan sesuai prosedur.
“Ini adalah bagian dari program kerja kami untuk memasyarakatkan penanganan awal masalah jantung. Pengurus yang telah lulus pelatihan BHD akan diberikan sertifikat sebagai bekal untuk melakukan tindakan penyelamatan yang tepat,” jelas Wahyu.
Selain membahas rencana pendirian Klinik Jantung Pratama, rapat YJI Kalimantan Timur juga mengevaluasi pelaksanaan program kerja organisasi sepanjang tahun 2026.
Salah satu target utama yang sedang dikejar adalah pembentukan kepengurusan YJI di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Hingga pertengahan tahun ini, proses pembentukan organisasi disebut telah mencapai sekitar 70 persen.
Masih terdapat beberapa daerah yang sedang menyelesaikan proses pembentukan kepengurusan, yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat (Kubar), dan Kota Samarinda.
Di samping itu, YJI Kaltim juga mulai mempersiapkan sejumlah agenda nasional, seperti peringatan Hari Jantung Sedunia, Hari Ulang Tahun Yayasan Jantung Indonesia, hingga peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia melalui penyelenggaraan lomba Senam Jantung Sehat antarklub jantung sehat.
Tak hanya itu, YJI Kalimantan Timur juga akan mengikuti Lomba Senam Jantung Sehat Seri I Tingkat Nasional yang diselenggarakan secara daring sebagai bagian dari kampanye hidup sehat dan pencegahan penyakit kardiovaskular.
Melalui berbagai program tersebut, Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kalimantan Timur berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kesehatan jantung, mengenali gejala kegawatdaruratan sejak dini, serta memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama sehingga angka kematian akibat penyakit jantung dapat ditekan.
BACA JUGA
