Lapas Balikpapan Panen Telur Ayam Hasil Budidaya Warga Binaan

Lapas Balikpapan
Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan didampingi Kasi Kegiatan Kerja saat mendampingi warga binaan memanen telur ayam di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Balikpapan, Kamis (5/11/2026).

BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com – Lapas Balikpapan panen telur ayam hasil budidaya warga binaan yang dikelola di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Seksi Kegiatan Kerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan, Kamis (5/11/2026). Kegiatan panen karya produktif ini dilaksanakan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi para penghuni Lapas.

Proses pemanenan telur dihadiri dan diikuti secara langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan bersama Kepala Seksi Kegiatan Kerja serta Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja. Kehadiran jajaran pimpinan Lapas Balikpapan menjadi wujud apresiasi atas konsistensi dan kerja keras warga binaan dalam memelihara sektor peternakan secara berkelanjutan.

Saat ini, sektor peternakan SAE Lapas Balikpapan memelihara sebanyak 140 ekor ayam petelur produktif yang mampu menyuplai puluhan butir telur segar setiap harinya. Seluruh hasil panen peternakan tersebut disalurkan secara internal untuk memenuhi pasokan Bahan Makanan (BAMA) harian bagi seluruh warga binaan, sehingga mampu menopang kemandirian pangan di dalam lapas secara mandiri dan higienis.

Dalam alur budidaya harian, para warga binaan dilibatkan secara intensif mulai dari manajemen pemberian pakan, pemeliharaan sanitasi kandang, pemantauan kesehatan ternak, hingga pemilahan serta pengemasan telur. Pelatihan teknis ini dirancang untuk membekali warga binaan dengan keahlian wirausaha peternakan serta menanamkan etos kerja, nilai kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.

Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan menegaskan bahwa penguatan program SAE ayam petelur ini merupakan strategi pembinaan terpadu yang memberikan manfaat ganda, baik bagi penguatan operasional Lapas maupun kesiapan warga binaan kembali ke masyarakat.

“Lewat budidaya ayam petelur ini, kami memastikan program pembinaan berjalan produktif dan menghasilkan dampak konkret. Selain membekali warga binaan dengan keterampilan peternakan yang aplikatif, hasilnya langsung dirasakan untuk menyokong kebutuhan BAMA harian. Kami optimistis program ini terus berkembang sebagai bentuk komitmen Lapas Balikpapan dalam mengawal agenda ketahanan pangan nasional,” tegas Kalapas Balikpapan.

Lapas Kelas IIA Balikpapan berkomitmen untuk terus meningkatkan skala produktivitas fasilitas SAE, sehingga masa pembinaan para warga binaan menjadi momentum bernilai ekonomis dan bermanfaat nyata ketika mereka menghirup udara bebas.

Sumber: Humas Lapas Kelas IIA Balikpapan

Tinggalkan Komentar