Lapas Banjarmasin Gelar Buka Puasa Bersama Keluarga WBP, Perkuat Pembinaan dan Reintegrasi Sosial
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk pertama kalinya menggelar kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP). Program ini digelar pada 4–5 Maret 2026 dan diikuti sekitar 400 WBP bersama orang tua, istri, serta anak mereka.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan sekaligus mempererat hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga selama Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
“Kegiatan ini diikuti sekitar 400 warga binaan bersama keluarga mereka. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran keluarga, karena peran mereka sangat penting dalam keberhasilan proses pembinaan,” ujar Herriansyah di Banjarmasin, Kamis (6/3/2026).
Ia menjelaskan, kehadiran keluarga di lingkungan lapas diharapkan dapat memberikan dukungan moral bagi warga binaan agar lebih termotivasi menjalani masa pembinaan dengan baik.
Menurut Herriansyah, kegiatan serupa belum pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, buka puasa bersama hanya diikuti petugas lapas dan warga binaan tanpa melibatkan keluarga.
“Tahun-tahun sebelumnya kegiatan buka puasa hanya melibatkan petugas dan warga binaan. Tahun ini kami memulai program baru dengan menghadirkan orang tua, istri, dan anak untuk berbuka puasa bersama,” katanya.
Herriansyah menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari perubahan paradigma pemasyarakatan yang tidak lagi semata-mata berorientasi pada sistem kepenjaraan, tetapi mengedepankan reintegrasi sosial.
Menurut dia, pendekatan tersebut menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam proses pembinaan agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik.
“Ini menjadi bukti pergeseran paradigma pemasyarakatan dari pendekatan kepenjaraan menuju reintegrasi sosial. Warga binaan tidak dijauhkan dari keluarganya, tetapi justru diperkuat hubungan emosionalnya agar mereka siap kembali ke masyarakat,” ujar Herriansyah.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara petugas lapas, warga binaan, dan keluarga dalam menciptakan suasana Ramadhan yang kondusif di dalam lapas.
“Dengan kerja sama yang baik antara petugas, warga binaan, dan keluarga, mereka bisa menjalani ibadah Ramadhan dengan tenang sekaligus fokus pada pembinaan diri,” katanya.
Lapas Banjarmasin berencana menjadikan kegiatan buka puasa bersama keluarga warga binaan sebagai agenda rutin setiap Ramadhan untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendukung proses pembinaan berbasis reintegrasi sosial.
Salah satu warga binaan, Azhar Assaman, mengaku bersyukur dapat berbuka puasa bersama keluarganya di dalam lapas.
“Saya senang bisa berbuka bersama istri dan anak. Harapannya ke depan bisa kembali ke tengah keluarga dengan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Azhar.
BACA JUGA
