Lapas Banjarmasin Panen 320 Pot Pakcoy Hidroponik, Kalapas Bidik Sertifikat Prima 3 dan Perkuat Ketahanan Pangan

Lapas Banjarmasin
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali menunjukkan hasil pembinaan kemandirian warga binaan melalui panen 320 pot pakcoy hidroponik di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2, Selasa (14/7/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali menunjukkan hasil pembinaan kemandirian warga binaan melalui panen 320 pot pakcoy hidroponik di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2, Selasa (14/7/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian modern.

Panen dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, didampingi Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, bersama jajaran petugas dan warga binaan yang selama ini terlibat dalam proses budidaya.

Ratusan tanaman pakcoy itu merupakan hasil budidaya hidroponik yang dikelola warga binaan dengan pendampingan petugas. Selama masa tanam, mereka mempelajari berbagai tahapan budidaya, mulai dari penyemaian, pengaturan nutrisi, pemantauan kualitas air, pengendalian hama, hingga proses panen.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan tidak hanya berorientasi pada pembentukan keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.

“Panen 320 pot pakcoy ini merupakan bagian dari komitmen kami mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas budidaya dan produktivitas agar hasil yang dicapai semakin baik,” kata Herriansyah.

Ia berharap komoditas pakcoy dapat mengikuti jejak selada hidroponik hasil budidaya Lapas Banjarmasin yang sebelumnya berhasil memperoleh Sertifikat Prima 3, sebagai pengakuan bahwa produk tersebut memenuhi standar keamanan pangan dan layak dikonsumsi.

“Kami berharap pakcoy hidroponik ini juga dapat menyusul memperoleh Sertifikat Prima 3. Hal itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas hasil budidaya sehingga produk yang dihasilkan semakin dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika menjelaskan, budidaya hidroponik menjadi salah satu program pembinaan unggulan karena memberikan keterampilan yang memiliki peluang ekonomi ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

“Budidaya hidroponik memberikan pengalaman belajar yang utuh bagi warga binaan, mulai dari penyemaian, perawatan, hingga panen. Kami ingin setiap proses pembinaan mampu meningkatkan keterampilan mereka sekaligus menghasilkan produk pertanian yang berkualitas,” tutur Bagus.

Salah seorang warga binaan berinisial SG mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti program tersebut. Menurut dia, keterampilan bertani secara hidroponik menjadi bekal berharga untuk memulai usaha setelah bebas nanti.

“Saya belajar mulai dari penyemaian, perawatan sampai panen. Ilmu yang saya dapat menjadi bekal yang sangat bermanfaat ketika kembali ke masyarakat, terutama jika ingin mengembangkan usaha di bidang pertanian,” ungkapnya.

Melalui pengembangan pertanian hidroponik di Sarana Asimilasi dan Edukasi, Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian yang produktif.

Selain mendukung ketahanan pangan, program ini diharapkan mampu menciptakan warga binaan yang memiliki kompetensi, produktif, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

Tinggalkan Komentar