Lapas Banjarmasin Pastikan Layanan Kesehatan Optimal, Pasien Rawat Inap Dipantau Dua Kali Sehari

lapas Banjarmasin
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin memastikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan tetap berjalan optimal. Senin (2/3/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin memastikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan tetap berjalan optimal. Setiap pasien rawat inap di klinik lapas dipantau secara intensif minimal dua kali sehari guna memastikan kondisi kesehatan tetap stabil dan tertangani dengan cepat.

Pemantauan dilakukan langsung oleh dokter lapas bersama tim medis melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap tanda-tanda vital, seperti tekanan darah, suhu tubuh, dan denyut nadi. Selain itu, tenaga kesehatan juga mengevaluasi perkembangan kondisi pasien serta respons terhadap pengobatan yang diberikan.

Dokter lapas, dr. Yayuk, mengatakan kontrol rutin merupakan prosedur tetap yang dijalankan untuk mencegah komplikasi dan memastikan proses pemulihan berjalan maksimal.
“Setiap hari kami melakukan pemeriksaan minimal dua kali. Kami memantau kondisi pasien secara detail agar setiap perubahan bisa segera ditangani sesuai standar medis,” ujar dr. Yayuk saat ditemui di klinik lapas, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, observasi dilakukan tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga kondisi umum pasien. Jika ditemukan indikasi penurunan kondisi, tim medis segera melakukan langkah lanjutan, termasuk koordinasi untuk rujukan apabila diperlukan.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa layanan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga binaan yang harus dipenuhi tanpa pengecualian.

“Kami berkomitmen memastikan setiap warga binaan yang menjalani perawatan mendapatkan layanan medis secara optimal. Pengecekan rutin ini bukan sekadar prosedur, tetapi bentuk tanggung jawab kami agar kondisi pasien terus terpantau dan tertangani dengan cepat apabila ada perkembangan,” kata Herriansyah.

Menurut dia, kesehatan yang terjaga menjadi fondasi penting dalam mendukung proses pembinaan di dalam lapas. Karena itu, seluruh jajaran diingatkan untuk mengedepankan respons cepat dan pendekatan humanis dalam setiap pelayanan.

“Di balik tembok pembinaan, hak atas kesehatan tetap harus dijaga. Pendekatan yang kami lakukan bukan hanya profesional, tetapi juga manusiawi,” ujarnya.

Salah seorang warga binaan yang tengah menjalani perawatan, berinisial BA, mengaku merasa diperhatikan selama menjalani rawat inap.

“Saya merasa tidak dibiarkan sendiri. Dokter dan petugas rutin datang mengecek kondisi saya. Itu membuat saya lebih tenang dan semangat untuk sembuh,” tuturnya.

Dengan pengawasan yang konsisten dan pelayanan yang terstandar, Lapas Banjarmasin berupaya memastikan setiap warga binaan tetap memperoleh akses kesehatan yang layak.

Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa pemenuhan hak dasar tetap menjadi prioritas, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana.

Tinggalkan Komentar