Latihan Bela Negara Kemenhan Bekali 320 Peserta dengan Materi Pencegahan Karhutla

Kodam Vi Mlw
Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Luhut Marpaung.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membekali 320 peserta Latihan Kader Bela Negara dengan salah satunya materi adalah tentang pemahaman tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Materi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Latihan Kader Bela Negara bagi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi, dan komunitas tingkat pratama Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung selama tiga hari.

Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Luhut Marpaung, mengatakan kegiatan tersebut tidak ditujukan untuk melakukan militerisasi terhadap masyarakat.

Menurut dia, latihan bela negara merupakan upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan meningkatkan peran masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang.

“Ini bukan latihan militer untuk menjadikan masyarakat menjadi militer atau bukan militerisasi. Ini adalah kegiatan penguatan nilai-nilai bela negara,” ujar Luhut.

Ia menjelaskan, peserta berasal dari sembilan kabupaten dan kota. Mereka terdiri atas berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi hingga komunitas.

Luhut mengatakan, penguatan nilai bela negara penting dilakukan karena ancaman yang dihadapi masyarakat saat ini semakin kompleks dan tidak selalu berbentuk ancaman fisik.

“Terlebih dalam situasi era digital seperti saat ini, ancaman semakin kompleks, semakin dinamis, tidak lagi berhubungan dengan senjata tetapi bersifat nonfisik,” katanya.

Karena itu, Luhut menilai partisipasi masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.
Ia mencontohkan karhutla yang tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi.

“Kita menghadapi seperti sekarang karhutla, bagaimana mengatasi karhutla ini. Jadi kita kuatkan nilai-nilai bela negara untuk menyelesaikan semua persoalan yang ada,” ujar Luhut.

Dalam latihan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai pencegahan dan penanggulangan bencana, termasuk potensi bahaya karhutla. Kemenhan menghadirkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memberikan pemahaman terkait kebencanaan.

Luhut mengatakan, materi kebencanaan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran peserta terhadap berbagai ancaman di lingkungan masing-masing, termasuk risiko kebakaran hutan dan lahan.

Selain kebencanaan, sejumlah materi lain juga diberikan, antara lain pendalaman nilai bela negara, wawasan kebangsaan, perang kognitif, literasi digital, serta psikologi lapangan dan kegiatan outbound.

“Materi yang kita berikan salah satunya adalah perang kognitif, perang merebut ataupun menguasai pikiran. Kemudian pendalaman tentang bela negara, wawasan kebangsaan, termasuk juga materi kebencanaan, literasi digital, kemudian juga kegiatan outbound ataupun psikologi lapangan,” katanya.

Menurut Luhut, kegiatan fisik dalam latihan tersebut bukan ditujukan untuk membentuk kemampuan militer. Peserta hanya diberikan materi seperti Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan tata upacara yang dinilai juga relevan dalam kegiatan pemerintahan maupun masyarakat.

Ia menegaskan, tujuan utama latihan adalah membangun kerja sama, memperkuat rasa kebersamaan, serta mempertemukan berbagai unsur masyarakat dari sembilan kabupaten dan kota.

“Kita hanya memberikan semacam itu. Ini tujuannya untuk membentuk kerja sama, saling mengenal dengan yang lainnya,” ujar Luhut.

Luhut berharap peserta dapat membawa nilai-nilai bela negara tersebut ke lingkungan masing-masing sehingga masyarakat tidak mudah terpecah ketika menghadapi persoalan bersama.

“Jangan sampai masyarakat kita abai dan persoalan-persoalan yang ada ini saling menyalahkan,” katanya.

Ia menilai, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menghadapi tantangan menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

Menurut dia, bela negara tidak semata-mata berkaitan dengan pertahanan dalam arti militer, tetapi juga tercermin melalui kepedulian, gotong royong, serta kesediaan masyarakat ikut menyelesaikan persoalan di lingkungannya.

Dengan demikian, pemahaman tentang pencegahan karhutla menjadi salah satu bentuk nyata penerapan nilai bela negara, terutama dalam menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak bencana.

Tinggalkan Komentar