Libur Sekolah Dekat, Disparpora Balikpapan Perketat Standar Keamanan Destinasi Wisata
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Menjelang musim libur sekolah yang diperkirakan dimulai dalam dua pekan ke depan, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, (Disparpora) Kota Balikpapan mengingatkan seluruh pengelola destinasi wisata untuk meningkatkan kesiapan layanan, terutama dalam aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengunjung.
Kepala Disparpora Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma mengatakan, lonjakan wisatawan pada masa liburan merupakan kondisi yang rutin terjadi setiap tahun. Karena itu, pengelola objek wisata diminta memastikan seluruh fasilitas dan aktivitas yang tersedia telah memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
“Menjelang libur sekolah, kami terus berkoordinasi dengan pengelola objek wisata agar pelayanan kepada pengunjung tetap optimal, terutama terkait aspek keamanan dan keselamatan,” kata Ratih, Senin (8/6/2026).
Menurut dia, destinasi yang menyediakan berbagai atraksi atau aktivitas wisata memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang jelas kepada wisatawan sebelum kegiatan dimulai. Hal itu penting agar pengunjung memahami prosedur dan potensi risiko yang mungkin muncul selama beraktivitas.
“Jika ada kegiatan atraksi, mohon disampaikan dengan baik kepada pengunjung. Mereka harus mengetahui standar operasional dan prosedur keselamatan sebelum mengikuti aktivitas yang tersedia,” ujarnya.
Ratih mencontohkan sejumlah kegiatan wisata berbasis petualangan maupun olahraga yang memerlukan pemahaman teknis dan aturan keselamatan. Dengan sosialisasi yang baik, risiko kecelakaan selama berwisata dapat diminimalkan.
Di sisi lain, Disparpora juga terus melakukan pembenahan terhadap sejumlah destinasi unggulan daerah. Salah satunya Pantai Manggar Segara Sari yang selama ini menjadi tujuan favorit wisatawan lokal maupun luar daerah.
Ratih menjelaskan, evaluasi dan perawatan kawasan wisata tersebut dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat daya tarik destinasi.
“Kami terus melakukan evaluasi setiap tahun untuk melihat kebutuhan pengembangan dan perbaikan yang diperlukan,” katanya.
Selain peningkatan fasilitas dasar, pemerintah juga mendorong hadirnya berbagai atraksi baru guna memperkaya pengalaman wisatawan. Sejumlah pengembangan yang tengah dipersiapkan antara lain wahana jet ski, aktivitas berkuda, fasilitas penginapan berupa vila, hingga pengembangan konsep sport tourism.
“Ada pengembangan wahana jet ski, berkuda, vila, hingga sport tourism lainnya yang diharapkan bisa menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung,” ujar Ratih.
Pantai Manggar sendiri ditargetkan mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 7,5 miliar pada tahun 2026. Untuk mencapai target tersebut, pengelola Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) diminta terus menjaga kebersihan kawasan, mempercantik lingkungan, serta menghadirkan inovasi layanan bagi wisatawan.
“Pengelola UPTD harus menjaga kebersihan, memperindah kawasan, dan terus menambah daya tarik baru agar wisatawan tetap tertarik berkunjung,” tutur Ratih.
Berdasarkan data Disparpora, Pantai Manggar menerima sekitar 40.000 kunjungan wisatawan selama sepekan masa libur Idul Fitri 2026. Dari jumlah tersebut, pendapatan yang diperoleh mencapai sekitar Rp 579 juta.
Meski demikian, Disparpora menilai potensi kunjungan masih dapat ditingkatkan. Saat ini wisatawan memiliki lebih banyak pilihan tujuan rekreasi di Balikpapan dan sekitarnya, termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Pantai Nusantara, Watu Beach, Pantai Lamaru, hingga Pasar Tumpah Pringgondani.
Selain itu, terbukanya akses fungsional terbatas jalan tol menuju kawasan IKN juga mulai memengaruhi pergerakan wisatawan dan pola kunjungan selama musim liburan.
Pemerintah berharap peningkatan kualitas layanan dan penambahan atraksi di destinasi wisata dapat menjaga daya saing sektor pariwisata Balikpapan di tengah semakin banyaknya pilihan tujuan wisata di kawasan tersebut. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
