Literasi dan Numerasi IKN Meningkat, Otorita IKN Perluas Program ke Lebih Banyak Sekolah
Gerbangkaltim.com, Nusantara – Upaya membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga penguatan kualitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui program peningkatan literasi dan numerasi yang digelar Otorita IKN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Program INOVASI, kemitraan pendidikan Pemerintah Indonesia dan Australia.
Kolaborasi tersebut ditampilkan dalam kegiatan Gelar Karya Peningkatan Mutu Pembelajaran Sekolah Dasar yang berlangsung di Multifunction Hall Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus menampilkan berbagai praktik baik yang telah diterapkan sekolah-sekolah dasar di wilayah Sepaku dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan program penguatan literasi dan numerasi yang dijalankan sejak 2024 telah menunjukkan dampak positif bagi ekosistem pendidikan dasar di kawasan IKN.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya terlihat dari peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung peserta didik, tetapi juga dari perubahan pendekatan pembelajaran yang dilakukan para guru, kepala sekolah, hingga pengawas pendidikan.
“Perubahan yang paling terasa adalah bagaimana guru semakin memahami kebutuhan belajar setiap anak, menggunakan asesmen sebagai dasar pembelajaran, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih relevan dan bermakna bagi siswa,” ujar Alimuddin.
Melalui program tersebut, guru didorong untuk menerapkan metode pembelajaran yang lebih adaptif dan berpusat pada peserta didik. Di sisi lain, kepala sekolah dan pengawas pendidikan juga diperkuat perannya sebagai pemimpin pembelajaran yang aktif mendorong peningkatan mutu pendidikan.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menilai capaian sekolah-sekolah dampingan di Sepaku menjadi bukti bahwa pendampingan yang konsisten mampu menghasilkan perubahan nyata dalam waktu relatif singkat.
Ia menjelaskan, keberhasilan program pendidikan tidak hanya diukur dari jumlah pelatihan yang diberikan kepada guru, tetapi juga dari peningkatan hasil belajar peserta didik yang dapat dirasakan secara langsung.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa pembangunan IKN harus berjalan beriringan dengan pembangunan kualitas manusia. Menurutnya, literasi dan numerasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang kritis, kreatif, serta mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Pengalaman yang berkembang di sekolah-sekolah Sepaku menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan dapat diwujudkan melalui kebijakan yang tepat, pendampingan berkelanjutan, dan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan,” katanya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari kalangan pendidik. Ketua Kelompok Kerja Guru Gugus 2 Kecamatan Sepaku, Sarina, mengungkapkan bahwa pendampingan yang dilakukan selama program berlangsung memberikan manfaat besar bagi para guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, tetapi juga memperkuat budaya belajar di sekolah sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para siswa.
Ke depan, Otorita IKN berencana memperluas penerapan praktik-praktik baik yang telah berhasil di Sepaku ke berbagai sekolah lainnya di kawasan Nusantara. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan mutu pendidikan sekaligus menyiapkan generasi unggul yang akan menjadi bagian dari masa depan IKN.
Melalui sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan mitra pembangunan, IKN tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia, tetapi juga sebagai kawasan yang menempatkan pendidikan berkualitas sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan.
BACA JUGA
