Mahasiswa Universitas Ciputra Melakukan Pendampingan UMKM tentang Pengelolaan Persediaan dan Keuangan

MAKASSAR, Gerbangkaltim.com – Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Universitas Ciputra Makassar melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di UMKM Dimsum Ibu yang berlokasi di Jl. Andi Mappanyukki, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (03/06/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya pengelolaan persediaan dan keuangan yang terstruktur guna mendukung keberlanjutan, efisiensi operasional, serta pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh Sarah Devi Azizah Paweri, mahasiswi Universitas Ciputra Makassar asal Kalimantan Timur, bersama anggota tim yang terdiri atas Fiona Talitha Kaaowan, Kiki Amalia, Athaillah Fauziyyah, Valent Feliciananda, dan Precilia Manuela.

Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, tim mahasiswa memberikan pendampingan terkait pengelolaan persediaan bahan baku dan pengelolaan keuangan usaha melalui analisis Harga Pokok Produksi (HPP) dan Break Even Point (BEP) sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat.

Dalam sesi pendampingan, mahasiswa menjelaskan pentingnya pengelolaan persediaan sebagai salah satu aspek fundamental dalam operasional usaha kuliner. Pelaku usaha diberikan pemahaman mengenai cara mengontrol stok bahan baku, melakukan pencatatan keluar-masuk persediaan, serta menghindari pemborosan yang dapat meningkatkan biaya produksi. Pengelolaan persediaan yang baik diharapkan dapat membantu UMKM menjaga kelancaran proses produksi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha.

Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan pentingnya mengidentifikasi seluruh komponen biaya produksi, mulai dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, hingga biaya operasional lainnya. Pemahaman mengenai Harga Pokok Produksi (HPP) dinilai sangat penting agar pelaku usaha dapat menentukan harga jual yang kompetitif, sesuai dengan kondisi pasar, serta tetap mampu menghasilkan keuntungan yang optimal. Dengan mengetahui biaya produksi secara akurat, pelaku usaha dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengembangkan usahanya.

 

Tim mahasiswa turut memberikan pemahaman mengenai konsep Break Even Point (BEP) atau titik impas, yaitu jumlah minimum penjualan yang harus dicapai agar seluruh biaya yang dikeluarkan dapat tertutupi. Melalui analisis BEP, pelaku usaha dapat mengetahui target penjualan yang realistis, mengukur tingkat keberhasilan usaha, serta merencanakan strategi bisnis yang lebih efektif dalam meningkatkan profitabilitas.

 

Tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, mahasiswa juga memberikan pendampingan praktis melalui penggunaan template Microsoft Excel sederhana yang dirancang khusus untuk membantu pencatatan persediaan, perhitungan biaya produksi, analisis HPP, perhitungan BEP, penentuan harga jual, serta estimasi keuntungan usaha. Pendampingan ini diharapkan dapat memudahkan pelaku UMKM dalam menerapkan sistem pengelolaan usaha yang lebih rapi, sistematis, dan mudah dipahami.

 

Selain membahas aspek persediaan dan perhitungan biaya, mahasiswa juga mengedukasi pelaku usaha mengenai beberapa permasalahan yang umum terjadi pada UMKM, seperti pencampuran keuangan pribadi dengan keuangan usaha, kurangnya pencatatan transaksi, serta penentuan harga jual yang hanya berdasarkan perkiraan tanpa mempertimbangkan seluruh biaya yang telah dikeluarkan. Edukasi ini diberikan agar pelaku usaha memiliki kesadaran yang lebih baik mengenai pentingnya manajemen keuangan sebagai fondasi keberlanjutan usaha.

 

Pemilik UMKM Dimsum Ibu menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan oleh mahasiswa Universitas Ciputra Makassar. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan usaha dan memberikan wawasan baru dalam mengelola persediaan maupun keuangan secara lebih efektif.

 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami menjadi lebih memahami cara mengelola persediaan bahan baku, menghitung biaya produksi dengan benar, menentukan harga jual yang tepat, serta mengetahui target penjualan yang harus dicapai agar usaha dapat memperoleh keuntungan. Penjelasan yang diberikan juga mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam operasional usaha sehari-hari,” ujar pemilik UMKM Dimsum Ibu.

 

Ketua tim pengabdian masyarakat, Sarah Devi Azizah Paweri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung perkembangan UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah dan nasional.

 

“Kami berharap pendampingan yang diberikan dapat membantu UMKM Dimsum Ibu dalam menerapkan pengelolaan persediaan dan keuangan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi usaha, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat. Dengan pengelolaan yang terstruktur, UMKM memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang, meningkatkan daya saing, dan bertahan dalam jangka panjang,” ungkapnya.

 

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, mahasiswa Universitas Ciputra Makassar berharap ilmu yang telah dibagikan dapat memberikan manfaat nyata bagi UMKM Dimsum Ibu. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Diharapkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM seperti ini dapat terus berlanjut guna mendukung penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai salah satu pilar penting pembangunan ekonomi Indonesia. (*/gk)

Tinggalkan Komentar