Panen 66 Kg Kangkung, Lapas Banjarmasin Pasok Hasil Pertanian untuk Dapur

Lapas Banjarmasin
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin memanen 66 kilogram kangkung dari lahan brandgang, Jumat (9/10/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin memanen 66 kilogram kangkung dari lahan brandgang, Jumat (9/10/2026).

Hasil panen tersebut dibeli vendor penyedia bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas.

Panen ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Selain melatih keterampilan bercocok tanam, program tersebut diarahkan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, pemanfaatan lahan brandgang menjadi area pertanian merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan keterampilan warga binaan sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat.

“Panen 66 kilogram kangkung ini menunjukkan bahwa lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif melalui pembinaan yang terarah. Hasilnya juga dibeli oleh vendor untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas,” kata Akhmad Heriansyah.

Menurut dia, kegiatan pertanian tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan agar warga binaan memiliki keterampilan yang bisa digunakan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan terlibat langsung dalam proses budidaya dan perawatan tanaman dengan pendampingan petugas.

Kegiatan ini juga memberikan pengalaman mengenai tahapan pertanian, mulai dari pemeliharaan hingga panen dan pemanfaatan hasil produksi.

Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Banjarmasin, Obi Noverianda menjelaskan, hasil panen tersebut merupakan buah dari perawatan tanaman yang dilakukan secara rutin.

Ia mengatakan, keterlibatan warga binaan tidak hanya bertujuan memberikan pengalaman bercocok tanam, tetapi juga mengenalkan manfaat nyata dari hasil kerja mereka.

Salah seorang warga binaan berinisial J mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, proses budidaya kangkung memberinya pengetahuan baru tentang cara merawat tanaman hingga siap dipanen.

Melalui program pembinaan kemandirian ini, Lapas Banjarmasin berupaya mengoptimalkan lahan yang tersedia menjadi area produktif.

Penyerapan hasil panen oleh vendor dapur juga menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil kegiatan pertanian untuk mendukung kebutuhan pangan di dalam lapas.

Akhmad Herriansyah berharap pembinaan serupa dapat terus berjalan sehingga warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.

Tinggalkan Komentar