Pangdam VI/Mulawarman Resmikan Jembatan Beton Garuda TNI AD di Samarinda, Perkuat Konektivitas Warga

Jembatan Garuda TNI AD Samarinda
Pangdam VI/Mulawarman meresmikan Jembatan Beton Garuda TNI AD di Palaran Samarinda sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas masyarakat setempat.

Gerbangkaltim.com, Samarinda – Panglima Komando Daerah Militer VI/Mulawarman, Krido Pramono, meresmikan Jembatan Beton Garuda TNI AD yang berlokasi di kawasan Handil Bakti, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Rabu (22/4/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari program karya bakti Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional.

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam didampingi Danrem 091/Aji Surya Natakesuma, Anggara Sitompul, serta Dandim 0901/Samarinda, Arif Hermad. Kehadiran para pejabat TNI ini menegaskan komitmen institusi dalam menghadirkan solusi nyata atas kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang aksesibilitas dan konektivitas wilayah.

Pangdam VI/Mulawarman menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud konkret kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ia menyebut, peran TNI tidak hanya terbatas pada fungsi pertahanan negara, tetapi juga mencakup kontribusi langsung dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

“Jembatan ini menjadi bukti bahwa TNI hadir di tengah masyarakat, memberikan manfaat nyata melalui pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga,” ujarnya.

Sementara itu, Danrem 091/ASN menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda TNI AD merupakan bagian dari program strategis nasional yang diinisiasi pemerintah pusat dan dilaksanakan oleh TNI AD sebagai satuan tugas. Program ini bertujuan mempercepat pemerataan pembangunan, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan sarana infrastruktur.

Di wilayah Korem 091/Aji Surya Natakesuma, pembangunan jembatan tidak hanya dilakukan di Palaran, tetapi juga mencakup sejumlah titik strategis lain seperti Sempaja Utara dan kawasan Budaya Pampang. Hal ini menunjukkan bahwa proyek dilaksanakan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, terutama dalam mengatasi kendala mobilitas dan akses transportasi.

Secara teknis, jembatan yang dibangun memiliki panjang bervariasi antara 4 hingga 12 meter, dengan proses pengerjaan yang mengedepankan efisiensi waktu tanpa mengabaikan standar kualitas konstruksi. Infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar aktivitas warga, termasuk distribusi barang dan jasa.

Menutup rangkaian kegiatan, Pangdam mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Peresmian ditandai dengan rangkaian simbolis, mulai dari video conference pembangunan jembatan se-Kota Samarinda, penekanan tombol sirine, pengguntingan pita, hingga penandatanganan prasasti sebagai tanda resmi beroperasinya Jembatan Beton Garuda TNI AD.

Melalui pembangunan ini, TNI kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah serta memperkuat kesejahteraan warga.

Sumber: Pendam VI/Mulawarman

Tinggalkan Komentar