Pemkot Balikpapan Siapkan Gunung Binjai Jadi Lumbung Pangan Baru, Tambah 56 Hektare Sawah dan Bangun Irigasi

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memperkuat pengembangan kawasan pertanian di Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, sebagai salah satu penyangga utama ketahanan pangan daerah. Selain membangun infrastruktur pendukung, pemerintah juga menyiapkan perluasan lahan sawah baru guna meningkatkan produksi pangan lokal.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo, MM., mengatakan, kawasan Gunung Binjai saat ini telah memiliki sekitar 42 hektare lahan persawahan aktif yang dikelola kelompok tani setempat. Menurut dia, keberadaan kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat perkotaan.

“Kita berada di tengah area persawahan yang sudah diberdayakan oleh kelompok tani di Gunung Binjai dengan luas kurang lebih 42 hektare. Kawasan ini akan terus kami dorong agar produktivitasnya meningkat,” ujar Bagus, Selasa (26/5/2026).

Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Balikpapan mulai membangun jalan usaha tani sepanjang dua kilometer untuk mempermudah akses distribusi hasil panen dan mobilitas petani. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembangunan saluran irigasi teknis dan irigasi tersier guna memastikan kebutuhan air pertanian tetap terpenuhi sepanjang tahun.

Bagus menjelaskan, Pemkot Balikpapan juga telah mengidentifikasi sekitar 56 hektare lahan potensial yang akan dikembangkan menjadi area persawahan baru pada tahun mendatang. Program tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah memperluas kawasan produksi pangan di wilayah kota.

“Ada beberapa program prioritas yang kami siapkan, seperti pembangunan dan perluasan jalan usaha tani, rehabilitasi serta cetak sawah baru, hingga pengembangan sistem saluran irigasi,” katanya.

Menurut Bagus, pemerintah saat ini juga tengah mengkaji pembangunan sumur air dalam atau sumur bor sebagai alternatif sumber irigasi, terutama saat musim kemarau. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang dapat memengaruhi hasil panen petani.

“Pemkot Balikpapan sedang mengkaji pembangunan sumur air dalam sebagai solusi alternatif irigasi. Kami ingin memastikan pasokan air untuk pertanian tetap tersedia saat musim kemarau,” ujarnya.

Pengembangan kawasan pertanian di Gunung Binjai dinilai strategis karena selama ini Balikpapan masih bergantung pada pasokan bahan pangan dari luar daerah, seperti Kabupaten Penajam Paser Utara, Kutai
Kartanegara, hingga Sulawesi Selatan. Dengan peningkatan produksi lokal, pemerintah berharap ketahanan pangan kota menjadi lebih kuat sekaligus menekan ketergantungan distribusi dari daerah lain.

Selain mendukung ketahanan pangan, program pengembangan sawah juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Pemkot Balikpapan menargetkan kawasan Gunung Binjai dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi pangan utama di Kota Balikpapan dalam beberapa tahun ke depan. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar