Pengerukan Waduk Manggar Dikebut, Pemkot Balikpapan Antisipasi Kemarau Panjang

Pemkot Balikpapan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, Rita.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com– Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman musim kemarau panjang dengan meningkatkan kapasitas tampungan air di Waduk Manggar.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengerukan sedimentasi dan pembersihan gulma yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV sejak Juli 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, Rita, mengatakan pengerukan menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi Waduk Manggar sebagai salah satu sumber utama air baku bagi masyarakat.

Menurut dia, sedimentasi yang telah menumpuk dalam waktu lama membuat sebagian kapasitas tampungan waduk berkurang. Karena itu, pengerukan diperlukan untuk mengembalikan sebagian ruang tampungan yang tertutup endapan material.

“Belum sepenuhnya area waduk yang terdapat sedimentasi dikeruk. Namun, setidaknya pengerukan ini sudah berhasil menambah kapasitas tampungan air,” ujar Rita, Rabu (19/8/2026).

Selain sedimentasi, gulma yang tumbuh di kawasan waduk juga dibersihkan. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi waduk tetap terpelihara dan aliran air dapat berlangsung lebih optimal.

Rita menuturkan, pengerukan yang dilakukan BWS Kalimantan IV juga merupakan bagian dari upaya menghadapi kemungkinan penurunan curah hujan yang dapat berdampak terhadap ketersediaan air baku di Balikpapan.

“Pengerukan sedimentasi ini penting untuk mengembalikan sebagian kapasitas tampungan air yang sempat berkurang akibat endapan material,” katanya.

Meski pekerjaan belum mencakup seluruh titik sedimentasi, Rita menilai hasil pengerukan sejauh ini telah memberikan tambahan kapasitas tampungan. Kondisi tersebut dinilai penting sebagai salah satu bentuk mitigasi apabila kemarau berlangsung lebih panjang.

Pemkot Balikpapan bersama BWS Kalimantan IV juga mendorong pemeliharaan waduk dilakukan secara berkelanjutan. Dengan begitu, fungsi Waduk Manggar sebagai infrastruktur penyedia air baku dapat tetap terjaga.

Rita berharap upaya tersebut mampu memperkuat ketahanan air Balikpapan, khususnya ketika pasokan air dari curah hujan menurun.

“Sinergi dengan BWS Kalimantan IV ini untuk mengembalikan fungsi optimal waduk dalam menyediakan air baku, terutama saat curah hujan mengalami penurunan drastis,” tutur Rita.

Dengan kapasitas tampungan yang lebih baik dan pemeliharaan yang dilakukan secara rutin, Waduk Manggar diharapkan mampu menopang kebutuhan air masyarakat Balikpapan sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan selama musim kemarau. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar