Pengerukan Waduk Manggar Dipastikan Tak Ganggu Distribusi Air Bersih di Balikpapan

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memastikan aktivitas pengerukan di Waduk Manggar tidak akan mengganggu distribusi air baku maupun pelayanan air bersih kepada masyarakat di Balikpapan.

Langkah pengerukan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kapasitas tampungan air baku di tengah potensi penurunan debit air akibat fenomena El Nino yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang.

Direktur Teknik PTMB, Muhammad Kohirudin menegaskan, kegiatan pengerukan telah dirancang agar tidak mengganggu operasional distribusi air ke pelanggan.

“Pengerukan Waduk Manggar dilakukan di titik Km 13, dekat akses tol Balikpapan. Kami pastikan proses ini tidak mengganggu distribusi air baku maupun pelayanan air bersih kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Menurut Kohirudin, PTMB telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga suplai air tetap stabil selama musim kemarau. Salah satunya dengan memperkuat sistem distribusi dan menyiapkan dukungan armada air bersih.

“Langkah antisipasi, kami telah mengajukan peminjaman tangki mobile dari beberapa OPD seperti Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, hingga Dinas Pekerjaan Umum untuk mendukung distribusi air apabila diperlukan,” katanya.

Selain itu, PTMB juga menyiapkan opsi penggunaan instalasi pengolahan air (IPA) mobile sebagai solusi cepat jika terjadi penurunan signifikan pada debit air baku.

Kohirudin menjelaskan, pemanfaatan IPA mobile dinilai fleksibel untuk menjaga pasokan air bersih, terutama jika kondisi waduk mengalami penyusutan drastis.

Tak hanya mengandalkan Waduk Manggar, PTMB juga mempertimbangkan penggunaan sumber air alternatif, seperti bendali atau waduk milik pemerintah daerah. Namun, keterbatasan fasilitas pengolahan permanen di lokasi tersebut membuat penggunaan IPA mobile menjadi pilihan utama.

“Prinsipnya kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Jadi sejak sekarang langkah-langkah antisipasi sudah mulai kami siapkan,” ujarnya.

Di sisi lain, PTMB memperketat pengawasan produksi air melalui pemantauan intensif di 10 instalasi pengolahan air yang tersebar di Balikpapan. Pemantauan ketinggian air waduk dan bendungan juga dilakukan secara real-time untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi.

Fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi tahun ini berpotensi menurunkan curah hujan dan memperpanjang musim kemarau. Kondisi tersebut dapat berdampak pada berkurangnya kapasitas tampungan air baku yang menjadi sumber utama produksi air bersih di Balikpapan.

PTMB berharap berbagai langkah antisipatif tersebut dapat meminimalkan dampak kekeringan serta menjaga distribusi air bersih tetap aman bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sektor industri.

Tinggalkan Komentar