Warga Binaan Lapas Banjarmasin Belajar Memahami Perubahan Sosial lewat Teknologi Komunikasi
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Perubahan cara masyarakat berkomunikasi menjadi salah satu contoh yang digunakan dalam pembelajaran Sosiologi bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Materi mengenai perubahan sosial itu diberikan melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket C yang diselenggarakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Azzahra Lapas Banjarmasin, Sabtu (3/10/2026).
Pembelajaran dipandu Tutor PKBM Azzahra, Hujaimah, S.Pd. Dalam materi tersebut, warga binaan diajak memahami perubahan sosial sebagai proses yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat, baik dalam pola perilaku, hubungan sosial maupun cara manusia memenuhi kebutuhan dan berkomunikasi.
Salah satu contoh yang dibahas ialah perubahan dalam penyampaian informasi. Jika dahulu berita lebih banyak disampaikan secara langsung dari satu orang ke orang lain, melalui surat, atau menggunakan koran, perkembangan teknologi kini memungkinkan informasi disebarkan melalui media sosial dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Perubahan tersebut menjadi contoh sederhana bahwa perkembangan teknologi dapat memengaruhi pola kehidupan masyarakat.
Kasubsi Bimkemaswat Lapas Kelas IIA Banjarmasin Muhammad Ansyari mengatakan, pembelajaran Sosiologi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan akademik warga binaan, tetapi juga membantu mereka memahami perubahan yang terjadi di lingkungan sosial.
“Melalui pembelajaran Sosiologi, warga binaan diajak melihat perubahan yang terjadi di masyarakat secara lebih luas, termasuk bagaimana perkembangan teknologi turut mengubah cara manusia berkomunikasi dan berinteraksi,” ujar Muhammad Ansyari.
Menurut dia, pemahaman terhadap dinamika masyarakat penting bagi warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan. Dengan memahami perubahan yang terjadi, warga binaan diharapkan dapat memiliki perspektif yang lebih baik ketika nantinya kembali ke lingkungan masyarakat.
Bekal kembali ke masyarakat
Kalapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah mengatakan, pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Pemahaman terhadap perubahan sosial penting agar warga binaan memiliki wawasan tentang perkembangan masyarakat dan mampu menyesuaikan diri secara positif. Pendidikan menjadi salah satu bekal yang kami berikan agar mereka lebih siap menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat,” kata Akhmad Herriansyah.
Ia menambahkan, program pendidikan kesetaraan memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk tetap memperoleh akses pembelajaran selama menjalani masa pidana.
Selain menambah pengetahuan akademik, proses pembelajaran diharapkan dapat mendorong warga binaan untuk melihat berbagai persoalan kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas.
Sementara itu, salah seorang warga binaan berinisial YA mengaku memperoleh pemahaman baru dari materi perubahan sosial yang diberikan.
“Dari materi ini saya memahami bahwa perubahan sosial bisa dimulai dari hal sederhana dan berkembang menjadi sesuatu yang lebih kompleks. Contohnya cara menyampaikan berita yang dulu melalui surat atau koran, sekarang bisa dilakukan melalui media sosial dengan lebih cepat,” ujar YA.
Pembelajaran Sosiologi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C PKBM Azzahra Lapas Banjarmasin.
Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik warga binaan, tetapi juga memberikan bekal pengetahuan yang dapat digunakan dalam menghadapi perubahan kehidupan sosial.
Melalui pendidikan, Lapas Banjarmasin berupaya memastikan proses pembinaan tidak berhenti pada aspek kedisiplinan, tetapi juga mencakup peningkatan wawasan dan kesiapan warga binaan untuk kembali berperan di tengah masyarakat.
BACA JUGA
