Perkuat Sumur Bor, Pemkot Balikpapan Tekan Dampak Kekeringan pada Petani
Balikpapan, Gerbangkaltim,com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memperkuat upaya mengatasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dengan membangun sumur bor di sejumlah kawasan produksi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi petani selama musim kemarau.
Sebab, keterbatasan air tidak hanya mengancam pertumbuhan tanaman, tetapi juga meningkatkan biaya produksi yang harus ditanggung petani.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), Pemkot Balikpapan membangun fasilitas sumur bor di 12 titik yang tersebar di kawasan pertanian.
Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahyuningsih mengatakan, persoalan air menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi petani ketika musim kemarau berlangsung.
Menurut dia, tanaman tetap membutuhkan pasokan air agar dapat tumbuh dan menghasilkan panen. Ketika sumber air terbatas, petani terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air.
“Selama ini sebagian petani harus mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli air. Sementara kebutuhan penyiraman tanaman tidak bisa dihentikan begitu saja,” ujar Sri Wahyuningsih, Selasa (3/11/2026).
Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap produktivitas pertanian. Sri mengatakan, hasil produksi sejumlah petani dapat mengalami penurunan hingga sekitar 60 persen dibandingkan kondisi normal akibat keterbatasan air.
Penurunan produksi itu pada akhirnya menekan pendapatan petani. Di saat yang sama, biaya operasional justru meningkat karena petani harus menyediakan anggaran tambahan untuk kebutuhan penyiraman.
“Dampaknya petani akan menghitung dan menaikkan harga jual ke pasarnya. Sehingga harga sayur-mayur ikut naik di pasar dampak dari kekeringan,” jelasnya.
Untuk mengurangi beban tersebut, DKP3 mulai merealisasikan pembangunan sumur bor yang dilengkapi dengan tandon air. Fasilitas itu diberikan kepada 11 kelompok tani dan satu kelompok pembudidaya ikan.
Dari 12 titik pembangunan tersebut, sembilan berada di wilayah Balikpapan Timur dan dua titik berada di kawasan Karang Joang. Fasilitas dibangun di sekitar lahan usaha sehingga sumber air dapat dimanfaatkan secara langsung oleh kelompok penerima. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
