Pimpin DPMPTSP Balikpapan, Andi Yusri Ramli Fokus Perkuat Layanan dan Investasi

Pemkot Balikpapan
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan berganti. Ir. Andi Muhammad Yusri Ramli, S.T., M.T.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Estafet kepemimpinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan berganti. Ir. Andi Muhammad Yusri Ramli, S.T., M.T. kini dipercaya memimpin instansi yang memiliki peran strategis dalam pelayanan perizinan dan pengembangan investasi di Kota Balikpapan.

Andi menggantikan Hasbullah Helmi, A.P., M.Si., yang mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan.

Pergantian tersebut merupakan bagian dari rotasi 17 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan yang dilantik pada 26 Oktober 2026. Sebelum menjadi Kepala DPMPTSP, Andi menjabat sebagai Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Balikpapan.

Momentum pergantian kepemimpinan itu kemudian ditandai dengan acara pisah sambut yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Jajaran DPMPTSP menyampaikan apresiasi atas pengabdian Hasbullah Helmi selama memimpin organisasi tersebut.

Di bawah kepemimpinan baru, DPMPTSP dihadapkan pada tuntutan untuk tidak hanya mempertahankan kualitas pelayanan, tetapi juga memperkuat kemudahan berusaha dan menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.

Andi Yusri mengatakan, peningkatan kualitas pelayanan akan menjadi salah satu perhatian utama dalam menjalankan tugas barunya.

“Peningkatan kualitas pelayanan, kemudahan perizinan, serta penguatan inovasi menjadi hal penting dalam mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).

Menurut dia, DPMPTSP dan Mal Pelayanan Publik (MPP) tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat mengurus administrasi. Keduanya harus menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

“Dengan demikian, keberadaan DPMPTSP dan MPP tidak hanya menjadi pusat pelayanan administrasi, tetapi juga bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Investasi Balikpapan Tembus Rp27,25 Triliun

Tantangan tersebut menjadi penting karena sektor investasi memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Balikpapan.

Berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) DPMPTSP Kota Balikpapan 2025, nilai realisasi penanaman modal di Balikpapan pada 2025 mencapai Rp27,25 triliun. Angka itu tercatat lebih tinggi dibandingkan realisasi investasi Kota Samarinda sebesar Rp4,59 triliun pada periode yang sama.

Data Satu Data Kota Balikpapan juga mencatat realisasi investasi 2025 mencapai Rp5,26 triliun pada triwulan pertama, Rp4,3 triliun pada triwulan kedua, Rp10,27 triliun pada triwulan ketiga, dan Rp7,42 triliun pada triwulan keempat.

Di sisi pelayanan, DPMPTSP juga mencatat Indeks Kepuasan Masyarakat bidang pelayanan perizinan sebesar 95,62 pada 2025. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang menunjukkan pentingnya menjaga kualitas layanan ketika aktivitas investasi dan usaha terus berkembang.

Andi Yusri mengatakan, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan, bukan sekadar angka kinerja.

Ia menekankan pentingnya pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan profesional. Terlebih, perkembangan Kota Balikpapan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur membuat kebutuhan terhadap layanan perizinan yang efisien semakin besar.

“Pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan profesional menjadi kebutuhan yang harus terus ditingkatkan seiring perkembangan Kota Balikpapan,” ujarnya.

MPP Jadi Ujung Tombak Pelayanan

Salah satu fokus yang akan diperkuat adalah optimalisasi MPP Kota Balikpapan. Saat ini MPP Balikpapan menyediakan layanan dari 27 instansi, dengan DPMPTSP menempati sejumlah loket pelayanan.

Layanan DPMPTSP mencakup perizinan berusaha, perizinan nonberusaha, konsultasi, pengaduan, pendampingan Online Single Submission (OSS), hingga Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Konsep MPP sendiri dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan publik agar masyarakat dan pelaku usaha dapat memperoleh pelayanan yang lebih mudah, cepat, terjangkau, aman, dan nyaman dalam satu lokasi.

Karena itu, Andi Yusri mendorong agar keberadaan MPP terus dikembangkan mengikuti kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, termasuk melalui pemanfaatan teknologi serta inovasi pelayanan.

Menurut dia, transformasi pelayanan tidak hanya berkaitan dengan digitalisasi, tetapi juga memastikan masyarakat tetap mendapatkan pendampingan ketika menghadapi kendala dalam proses perizinan.

“Keberadaan DPMPTSP dan MPP harus terus dioptimalkan agar masyarakat memperoleh kemudahan dalam mengakses berbagai layanan,” kata Andi Yusri.

Ia juga menekankan pentingnya soliditas internal. Menurutnya, keberlanjutan program tidak dapat hanya bergantung pada pimpinan, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh jajaran serta pemangku kepentingan.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, DPMPTSP Balikpapan diharapkan mampu menjaga capaian investasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan.

Tantangannya adalah memastikan kemudahan berusaha berjalan beriringan dengan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Hasbullah Helmi yang sebelumnya memimpin DPMPTSP kini menjalankan tugas barunya sebagai Kepala Diskominfo Kota Balikpapan. Pergantian tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi Pemkot Balikpapan untuk memperkuat pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar