Pertamina Latih Kelompok Wanita Tani di Balikpapan Olah Limbah Jadi Pupuk Organik, Dukung Ketahanan Pangan
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat upaya mendukung ketahanan pangan melalui pelatihan pembuatan pupuk organik bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara.
Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) tersebut menyasar 50 peserta dari lima KWT dengan membekali mereka keterampilan mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC), kompos, serta memanfaatkan lubang biopori.
Pelatihan yang digelar bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kota Balikpapan itu tidak hanya menghadirkan materi dari penyuluh pertanian, tetapi juga memberikan bantuan peralatan pembuatan kompos dan sarana pendukung biopori agar peserta dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing.
Integrated Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga IT Balikpapan, Rudi Mahendra mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kami ingin mendorong masyarakat, khususnya Kelompok Wanita Tani, agar mampu memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, hasilnya juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi tambahan bagi kelompok sehingga mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan,” kata Rudi, Rabu (1/7/2026).
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menegaskan bahwa perusahaan terus mendorong program pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung dan berkelanjutan.
“Melalui program TJSL, Pertamina tidak hanya berfokus pada operasional bisnis, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk dukungan kami dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan keterampilan masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah organik agar memiliki nilai guna bagi lingkungan dan ekonomi,” ujar Edi.
Ketua Tim Penyuluhan Pertanian Kota Balikpapan, Hatigoran Roy, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Pertamina bersama pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan. Menurutnya, penguatan ketahanan pangan dapat dimulai dari tingkat rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.
“Ketika setiap keluarga mampu menghasilkan sebagian kebutuhan pangannya sendiri, maka itu sudah menjadi kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Karena itu, Kelompok Wanita Tani memiliki peran strategis sebagai penggerak di tingkat masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempraktikkan cara mengolah limbah rumah tangga, seperti air cucian beras, kulit pisang, daun-daunan, dan sisa sayuran menjadi pupuk organik cair maupun kompos. Pendekatan tersebut dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus menekan volume sampah organik rumah tangga.
Ketua KWT Daun Sop Ceria, Sanati, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi anggotanya. Selama ini kelompoknya masih mengandalkan pupuk kimia dan pupuk kandang dalam membudidayakan tanaman hortikultura, termasuk buah naga yang menjadi komoditas unggulan.
“Setelah mendapatkan pelatihan, kami ingin mulai memanfaatkan pupuk organik karena bahan bakunya mudah didapat, lebih hemat, dan ramah lingkungan. Bantuan peralatan yang diberikan juga sangat membantu kami untuk mulai menerapkannya,” kata Sanati.
Melalui program ini, Pertamina berharap kelompok-kelompok tani di Balikpapan semakin mandiri dalam mengelola pertanian pekarangan, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
BACA JUGA
