PTMB Minta Tiga IPA Utama Bebas Pemadaman Listrik, Khawatir Distribusi Air Bersih Terganggu

PDAM
Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman AS.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Rencana pemadaman listrik bergilir yang akan diberlakukan di Kota Balikpapan diperkirakan berdampak pada layanan air bersih. Mengantisipasi hal tersebut, PT Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) meminta agar tiga instalasi pengolahan air (IPA) utama tetap memperoleh pasokan listrik selama masa gangguan pembangkit.

Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman AS mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN agar IPA Kilometer 12, IPA Kilometer 8, dan IPA Kampung Damai tidak masuk dalam jadwal pemadaman bergilir. Ketiga fasilitas tersebut menjadi pusat produksi air bersih yang melayani sebagian besar pelanggan di Balikpapan.

“Yang kami minta pertama adalah menjaga pasokan listrik untuk tiga IPA utama tersebut agar tidak terkena pemadaman bergilir. Karena kalau listrik padam, pelayanan air bersih tidak bisa berjalan maksimal meskipun kami menggunakan genset,” kata Ali, Rabu (1/7/2026).

Menurut Ali, PTMB memang telah menyiapkan generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan. Namun, kapasitasnya hanya mampu menopang sekitar 80 hingga 90 persen kebutuhan operasional instalasi sehingga belum dapat menggantikan pasokan listrik PLN secara penuh.

Selain keterbatasan daya, penggunaan genset juga memiliki risiko teknis terhadap sistem distribusi air. Proses perpindahan sumber listrik dari PLN ke genset maupun sebaliknya berpotensi memicu fenomena water hammer, yakni lonjakan tekanan yang dapat merusak jaringan perpipaan dan peralatan pompa.

“Ketika terjadi perpindahan dari listrik PLN ke genset, tekanan air bisa berbalik arah. Dampaknya dapat menghantam pipa bahkan pompa. Inilah yang kami khawatirkan,” ujar Ali.

Karena itu, PTMB juga meminta PLN memberikan informasi lebih awal apabila akan melakukan pemeliharaan jaringan atau pemadaman terencana. Pemberitahuan tersebut dinilai penting agar perusahaan dapat menyesuaikan pola operasional dan menyiapkan langkah antisipasi sebelum gangguan terjadi.

“Kami berharap setiap ada pemeliharaan atau perbaikan jaringan, kami diberi informasi jauh-jauh hari. Kalau tidak ada pemberitahuan, ketika terjadi pipa bocor atau pecah tentu akan mengganggu aliran air kepada pelanggan,” katanya.

Ali mengungkapkan, hingga kini dampak gangguan kelistrikan masih terbatas pada jaringan distribusi utama. Meski pompa instalasi belum mengalami kerusakan, gangguan pada pipa utama tetap memengaruhi kelancaran penyaluran air ke sejumlah wilayah pelayanan.

“Alhamdulillah belum sampai ke pompa. Yang terdampak masih di pipa, tetapi yang rusak merupakan jaringan distribusi utama sehingga tetap berpengaruh terhadap penyaluran air,” tutur Ali.

Seperti diketahui, pasokan listrik di Balikpapan diperkirakan mengalami gangguan selama sekitar satu bulan menyusul kerusakan pada dua pembangkit, yakni PLTU Tanjung Batu dan PLTGU Handil.

Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah berpotensi mengalami pemadaman bergilir, sehingga PTMB berharap koordinasi dengan PLN dapat terus dilakukan untuk menjaga pelayanan air bersih tetap berjalan optimal.

Tinggalkan Komentar