Pertamina Pastikan Stok BBM Kaltim Aman, Pelayanan SPBU Terus Diperkuat
Samarinda, Gerbangkaltim.com — PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Timur dalam kondisi aman. Penyaluran BBM ke sejumlah lembaga penyalur atau SPBU terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun mengatakan, Pertamina juga terus memantau kondisi stok dan penyaluran BBM di wilayah Kalimantan Timur.
Menurut dia, penguatan pelayanan dilakukan dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat serta ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.
“Kami berterima kasih atas kesabaran dan kerja sama masyarakat. Kami memahami BBM dibutuhkan untuk bekerja, menjalankan usaha, dan memenuhi keperluan keluarga,” kata Edi, Kamis (24/9/2026).
Edi menegaskan, stok BBM di Kalimantan Timur saat ini dalam kondisi aman. Pertamina, kata dia, terus mengoptimalkan penyaluran agar pelayanan di SPBU dapat berjalan dengan baik.
“Stok BBM di Kalimantan Timur dalam kondisi aman. Penyaluran terus kami optimalkan, dan bersama pihak terkait kami berupaya agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin nyaman,” ujarnya.
Penguatan pelayanan SPBU dilakukan melalui penambahan jumlah SPBU yang menyalurkan Pertalite. Pertamina juga melakukan pemetaan terhadap kondisi masing-masing SPBU, termasuk jumlah nozzle Pertalite yang dapat digunakan untuk melayani konsumen.
Sales Area Manager Retail Kaltimut PT Pertamina Patra Niaga, Narotama Aulia Fazri, mengatakan pemetaan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan fasilitas yang tersedia di setiap SPBU.
“Melalui pemetaan ini, kami mengoptimalkan penggunaan nozzle Pertalite sesuai kondisi masing-masing SPBU. Kebutuhan pelayanan di setiap lokasi juga kami perhatikan agar langkah yang dilakukan dapat membantu memperlancar pengisian BBM,” jelas Narotama.
Selain menambah titik pelayanan, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk mengkaji pengaturan jam operasional SPBU di sejumlah wilayah.
Pengaturan waktu pelayanan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Pertimbangannya antara lain ketentuan penyaluran BBM bersubsidi, kesiapan petugas dan sarana SPBU, distribusi BBM dari Fuel Terminal, hingga aktivitas masyarakat di sekitar SPBU.
Narotama mengatakan, perubahan jam pelayanan perlu dipersiapkan bersama pemerintah daerah dan pengelola SPBU agar tidak mengganggu rantai distribusi.
“Penyesuaian jam pelayanan perlu disiapkan bersama pemerintah daerah dan pengelola SPBU. Jika waktu pelayanan diperpanjang, kami akan menyelaraskan pengiriman BBM, kesiapan petugas, dan pengawasan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang tertib,” katanya.
Di sisi lain, Pertamina bersama pengelola SPBU memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi. Petugas memastikan proses pelayanan berjalan sesuai prosedur, termasuk memeriksa kesesuaian QR Code dengan kendaraan yang terdaftar.
Pengawasan juga dilakukan untuk mencegah pembelian berulang yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Pertamina mengimbau masyarakat yang menemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi untuk melaporkannya kepada aparat penegak hukum setempat.
Sementara informasi terkait produk dan layanan Pertamina dapat diperoleh melalui Pertamina Contact Center 135 serta akun media sosial resmi @pertaminapatraniaga dan @pertamina135.
BACA JUGA
