Pertamina Perluas Program Kaliandra, Pemberdayaan Warga Baru Ilir Kini Jangkau 10 RT
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit V Balikpapan terus memperluas pemberdayaan masyarakat melalui Program Kaliandra (Kampung Baru Ilir Mandiri, Indah, dan Sejahtera). Program yang dikembangkan sejak 2022 itu kini telah menjangkau 10 RT di Kelurahan Baru Ilir, meningkat dari cakupan awal lima RT.
Perluasan program tersebut diperkenalkan kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur dalam kunjungan ke kawasan binaan Kaliandra di Jalan Asrama Bukit RT 12, Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan, Rabu (4/11/2026).
Program Kaliandra mencakup sejumlah kegiatan, mulai dari pemberdayaan ekonomi, pengelolaan lingkungan, peningkatan kualitas hidup hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana. Di antaranya Wasiat Sejahtera 51, Kampung Tangguh Bencana (KATANA), dan ProKlim Semilir.
“Melalui Program Kaliandra, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama perubahan di lingkungannya. Replikasi program menjadi salah satu strategi untuk memperluas manfaat dan memastikan praktik baik yang telah berjalan dapat diterapkan oleh kelompok masyarakat lainnya,” ujar Dodi.
Menurut Dodi, pengembangan program melalui replikasi menjadi salah satu cara memperluas dampak positif pemberdayaan. Dengan begitu, semakin banyak kelompok masyarakat dapat menerapkan praktik baik yang telah berjalan di kawasan Kaliandra.
Lurah Baru Ilir, Junaidi, mengapresiasi kontribusi Pertamina dalam mendukung kemandirian warga. Dia berharap kegiatan yang telah berjalan dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin juga menilai kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi insan pers untuk melihat langsung praktik tanggung jawab sosial perusahaan yang dijalankan melalui kolaborasi dengan masyarakat.
Ke depan, Pertamina berencana mengembangkan kawasan Kaliandra menjadi pusat edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Fokusnya pada potensi longsor dan kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.
Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus kemampuan warga dalam mengantisipasi risiko bencana di lingkungan masing-masing.
BACA JUGA
