Pertamina Resmikan Rumah Maggot di Prapatan, 50 Kilogram Sampah Organik Diolah Setiap Hari

Pertamina
PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit V (RU V) Balikpapan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) resmikan Rumah Maggot RT 26, Kel Prapatan, Rabu (4/11/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Upaya mengurangi sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat terus dikembangkan di Kota Balikpapan. Salah satunya melalui pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot yang dikembangkan warga RT 26, Kelurahan Prapatan.

Program tersebut mendapat dukungan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit V (RU V) Balikpapan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dukungan itu diwujudkan dengan meresmikan Rumah Maggot RT 26, Rabu (4/11/2026).

Rumah Maggot tersebut diharapkan menjadi sarana pengolahan sampah organik yang lebih produktif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Ketua RT 26 sekaligus pengelola Rumah Maggot, Sri Nurwandi mengatakan, kegiatan pengumpulan dan pengolahan sampah organik telah berjalan sekitar delapan bulan. Dalam sehari, kelompoknya mampu mengumpulkan sekitar 50 kilogram sampah organik dari lingkungan sekitar.

“Program ini sudah berjalan kurang lebih delapan bulan. Alhamdulillah, sampah organik yang terkumpul setiap harinya sekitar 50 kilogram,” kata Sri.

Menurut dia, dukungan CSR Pertamina juga membantu kelompok masyarakat mengembangkan kegiatan peternakan sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi warga.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan pengembangan Rumah Maggot merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong keterlibatan masyarakat menjaga lingkungan.

Melalui program tersebut, Pertamina tidak hanya mendorong pengurangan sampah organik, tetapi juga berupaya mengembangkan potensi lokal agar memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

“Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif masyarakat yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan bersama. Kami berharap Rumah Maggot RT 26 dapat berkembang menjadi sarana pengelolaan sampah organik yang produktif, sekaligus mendorong terbentuknya kegiatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Dodi.

Dia berharap bantuan yang diberikan dapat dikelola secara optimal sehingga Rumah Maggot tidak berhenti sebagai program seremonial, tetapi berkembang menjadi kegiatan produktif yang manfaatnya dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Peresmian Rumah Maggot turut dihadiri Lurah Prapatan Reza Dipa Pradeka, perwakilan pekerja Pertamina, pengurus RT, serta warga setempat. Dalam kesempatan tersebut, Pertamina juga menyerahkan bantuan simbolis berupa bibit ikan dan ayam kepada penerima manfaat.

Lurah Prapatan, Reza Dipa Pradeka mengapresiasi dukungan Pertamina terhadap pengembangan Rumah Maggot. Menurut dia, program tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah organik.

Program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12), pembangunan permukiman berkelanjutan (SDG 11), serta penciptaan peluang ekonomi masyarakat (SDG 8).

Melalui pengembangan Rumah Maggot, Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan berharap pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menjadi salah satu solusi untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.

Tinggalkan Komentar