Pertamina Patra Niaga Salurkan PMT untuk Balita Margasari, Perkuat Upaya Tekan Stunting di Balikpapan
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan kembali memperkuat dukungannya terhadap program penanganan stunting melalui pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita dan baduta yang mengalami masalah gizi di Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat.
Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi perusahaan dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sejak usia dini.
Kegiatan bakti sosial yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Margasari, yang menyasar 10 anak penerima manfaat. Selama 90 hari ke depan, mereka akan menerima makanan tambahan bergizi sesuai standar pemerintah sebagai upaya memperbaiki status gizi sekaligus mencegah risiko stunting.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan makanan, tetapi juga membangun kesadaran orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.
“Program ini bukan hanya tentang memberikan makanan tambahan, tetapi juga membangun pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar upaya menurunkan angka kurang gizi dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang berkelanjutan,” ujar Dodi, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dijalankan di Kelurahan Baru Ilir, Margasari, dan Baru Ulu. Sebelum pelaksanaan, Pertamina bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan melakukan koordinasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Sebelumnya kami telah melakukan rapat koordinasi yang melibatkan DP3AKB Kota Balikpapan agar Program Genting dapat berjalan dengan maksimal. Bantuan yang diberikan berupa makanan tambahan siap saji kepada 10 anak selama 90 hari berturut-turut di Kelurahan Margasari,” katanya.
Selain pemberian makanan tambahan, kegiatan juga diisi edukasi kepada orang tua mengenai pola makan bergizi seimbang bagi anak. Makanan yang disalurkan telah memenuhi kebutuhan gizi, mulai dari karbohidrat, protein, serat, vitamin hingga mineral yang dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembang balita.
Kepala Bidang Ketahanan Keluarga DP3AKB Kota Balikpapan, Luluk Kumala Kafbiyah mengatakan, persoalan stunting masih menjadi perhatian di Balikpapan sehingga memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha.
“Stunting di Kota Balikpapan tergolong tinggi. Pertamina sudah memberikan dukungan pemberian makanan. Hal yang lebih penting setiap harinya adalah memastikan makanan untuk anak kita yang menjadi sasaran. Kita perlu mendampingi agar anak mendapatkan pertumbuhan dengan baik. Kita pastikan cukup jumlahnya dan optimal penyerapannya,” ujar Luluk.
Menurutnya, keberhasilan program penanganan stunting tidak hanya bergantung pada bantuan pangan, tetapi juga konsistensi keluarga dalam mendampingi anak selama masa pemulihan gizi.
Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Kecamatan Balikpapan Barat.
Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Balikpapan Barat, Eka Asmi Oktaviani menilai, dukungan Pertamina menjadi bentuk nyata sinergi antara perusahaan dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pertamina atas kepedulian dan kontribusinya dalam penurunan stunting di wilayah Balikpapan Barat. Hal ini menjadi penyemangat agar orang tua semakin memperhatikan tumbuh kembang anaknya,” kata Eka.
Sementara itu, salah seorang orang tua penerima manfaat, Agustiyani, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ia berharap program tersebut dapat membantu memperbaiki kondisi gizi anaknya.
“Terima kasih kepada Pertamina atas bantuan PMT yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak saya,” ucapnya.
Melalui program tersebut, Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah berharap angka kurang gizi dan stunting di Balikpapan dapat terus ditekan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas pada masa mendatang.
BACA JUGA
