PHI Perkuat Konservasi Laut di Hari Terumbu Karang Sedunia
Gerbangkaltim.com, Jakarta – Memperingati Hari Terumbu Karang Sedunia yang jatuh setiap 1 Juni, Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut melalui berbagai program konservasi berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Melalui sejumlah inisiatif berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya terus mendorong keterlibatan masyarakat pesisir dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga setempat.
Momentum Hari Terumbu Karang Sedunia tahun ini dimaknai PHI sebagai bentuk nyata kolaborasi antara perusahaan, komunitas lokal, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadirkan solusi adaptif untuk menjaga lingkungan pesisir dari ancaman kerusakan ekosistem.
Salah satu program unggulan yang dijalankan yakni “Jaga Pesisir Kita” oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) di Desa Tanjung Limau, Muara Badak, Kutai Kartanegara.
Program yang telah berjalan sejak 2019 tersebut fokus pada rehabilitasi terumbu karang, perlindungan ekosistem mangrove, penguatan kelompok masyarakat pengawas, hingga pengembangan wisata pesisir berkelanjutan.
Melalui program ini, masyarakat didorong menjadi pelaku utama dalam menjaga ekosistem laut sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru berbasis sumber daya pesisir yang ramah lingkungan.
Local Hero Jaga Pesisir Kita, Muhammad Mansur, mengatakan program tersebut telah membangun kapasitas masyarakat untuk bergerak lebih mandiri dan adaptif dalam menjaga lingkungan.
“Kemandirian mengajarkan kami bahwa keberlanjutan lingkungan pesisir membutuhkan kepemimpinan lokal yang kuat, kolaborasi inklusif, dan komitmen menjaga masa depan laut,” ujarnya.
Selain edukasi lingkungan, komunitas juga memanfaatkan pendekatan digital untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga terumbu karang dan ekosistem laut.
Di sisi lain, PHI melalui PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU) juga mengembangkan program konservasi laut berbasis metode Rig to Reef di kawasan Karang Segajah, Bontang.
Program ini memanfaatkan struktur offshore platform yang telah habis masa operasinya untuk dijadikan habitat baru bagi biota laut dan terumbu karang.
Manager Environment PHI sekaligus fasilitator program Rig to Reef, Kemas Adrian, menyebut inovasi tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan industri migas dapat berjalan selaras dengan upaya konservasi lingkungan.
“Program ini menunjukkan bahwa inovasi dan kolaborasi mampu menciptakan manfaat jangka panjang bagi keanekaragaman hayati laut dan masyarakat pesisir,” jelasnya.
Metode Rig to Reef dinilai memiliki manfaat besar bagi lingkungan karena mampu meningkatkan keberagaman hayati bawah laut sekaligus mendukung pemulihan ekosistem terumbu karang.
Selain itu, metode tersebut juga memberikan efisiensi biaya bagi industri migas dalam proses pembongkaran fasilitas offshore yang sudah tidak digunakan.
Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menegaskan PHI akan terus menghadirkan inovasi sosial dan lingkungan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui program seperti Jaga Pesisir Kita dan Rig to Reef, kami ingin memastikan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir dan laut,” tutupnya.
Sumber: PT Pertamina Hulu Indonesia
BACA JUGA
