PLN Ajak Warga Balikpapan Ubah Sampah Jadi Ketahanan Pangan

PLN UIP Kaltim
PLN UIP Kalimantan Bagian Timur menyerahkan bantuan komposter kepada masyarakat Balikpapan Selatan sebagai bagian dari program pengelolaan sampah berbasis rumah tangga untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Gerbangkaltim.com, Balikpapan – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) meluncurkan program pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan pengelolaan sampah rumah tangga dengan upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga di Kecamatan Balikpapan Selatan.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Khususnya Kaum Perempuan di Kecamatan Balikpapan Selatan” tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Peduli Balikpapan sebagai mitra pelaksana.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Selatan yang dihadiri pemerintah kecamatan, Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan. Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman mengenai tujuan, mekanisme, hingga tahapan pelaksanaan program yang akan dilakukan secara bertahap.

Dalam kesempatan tersebut, PLN UIP KLT juga menyerahkan bantuan komposter ember susun secara simbolis kepada masyarakat melalui Pemerintah Kecamatan Balikpapan Selatan. Bantuan ini diharapkan menjadi sarana bagi warga untuk mulai mengolah sampah organik dari rumah tangga menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman di pekarangan.

Program ini dirancang menjangkau seluruh kelurahan di Kecamatan Balikpapan Selatan, yakni Gunung Bahagia, Damai Bahagia, Damai Baru, Sepinggan, Sepinggan Raya, Sepinggan Baru, dan Sungai Nangka.

Manager Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1, I Made Gita Prawira, mengatakan pengelolaan sampah merupakan isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga perubahan dapat dimulai dari lingkungan keluarga.

Menurutnya, kebiasaan mengolah sampah organik tidak hanya mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi serta mendukung kebutuhan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

“Melalui program ini kami berharap masyarakat memiliki kebiasaan baru dalam mengelola sampah rumah tangga sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung, baik untuk lingkungan maupun ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, perempuan memiliki posisi strategis dalam keberhasilan program karena menjadi penggerak utama di lingkungan keluarga sekaligus mampu mengajak masyarakat sekitar menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan.

PLN berharap dari program tersebut lahir kelompok-kelompok masyarakat yang mampu menjadi contoh dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga sekaligus mengembangkan pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan.

Sementara itu, General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Timur, Dewanto, menegaskan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak hanya menghadirkan pasokan listrik yang andal, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Menurutnya, melalui program TJSL, PLN ingin berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ke depan, program akan dilanjutkan melalui berbagai kegiatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, pembuatan kompos, hingga pemanfaatan hasilnya untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, PLN optimistis budaya pengelolaan sampah yang baik dapat tumbuh secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Balikpapan Selatan.

Sumber: PLN UIP KLT

Tinggalkan Komentar