Polda Kaltim Edukasi Warga Telaga Sari, Bijak Bermedia Sosial Jadi Kunci
Gerbangkaltim.com, Balikpapan – Upaya meningkatkan literasi digital di tengah maraknya penggunaan media sosial terus dilakukan oleh Polda Kalimantan Timur. Melalui Bidang Humas (Bidhumas), sosialisasi bertema “Bijak Bermedia Sosial” digelar di Aula Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan pemerintah kecamatan, pengurus PKK, Ketua LPM, para Ketua RT, Karang Taruna, hingga unsur TNI-Polri seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keamanan ruang digital di tingkat masyarakat.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kaltim, AKBP Musliadi Mustafa, menegaskan bahwa penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat menimbulkan dampak serius, baik secara individu maupun sosial. Ia menyebutkan, edukasi seperti ini menjadi langkah preventif untuk meminimalisir penyalahgunaan teknologi.
“Media sosial harus dimanfaatkan secara positif. Masyarakat perlu memahami risiko yang muncul jika teknologi disalahgunakan, termasuk potensi penyebaran hoaks dan konflik sosial,” ujarnya.
Dalam sesi materi, narasumber Sumardi menekankan pentingnya sikap kritis dalam menerima informasi. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama dari sumber yang tidak jelas.
“Saring sebelum sharing adalah prinsip utama. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran informasi yang menyesatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ipda Ibrahim dari Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim menyoroti aspek keamanan digital. Ia menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah pengguna internet juga berbanding lurus dengan potensi kejahatan siber, seperti penipuan online hingga pencurian data pribadi.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membagikan data pribadi serta tidak sembarangan mengakses tautan mencurigakan. “Jika mengalami kejahatan siber, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar bisa ditindaklanjuti,” katanya.
Diskusi interaktif juga mewarnai kegiatan tersebut. Sejumlah peserta mengangkat isu aktual seperti maraknya pinjaman online ilegal hingga perbedaan antara foto berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan foto asli. Pertanyaan-pertanyaan ini mencerminkan tingginya kekhawatiran masyarakat terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin kompleks.
Melalui kegiatan ini, Polda Kaltim berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya etika dan keamanan dalam bermedia sosial. Edukasi ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan di ruang digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Sumber: Humas Polda Kaltim
BACA JUGA
