Produksi Lapangan Handil Meningkat, PHM Rampungkan Program Rejuvenation Fasilitas Hulu Migas
Gerbangkaltim.com, Kutai Kartanegara – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menyelesaikan Program Handil Rejuvenation sebagai bagian dari upaya peningkatan keandalan fasilitas produksi di Lapangan Handil, salah satu lapangan minyak utama di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur, yang telah beroperasi lebih dari lima dekade.
Program revitalisasi tersebut berhasil meningkatkan produksi minyak Lapangan Handil menjadi 15.020 barel minyak per hari (bopd), atau naik sekitar lima persen dibandingkan sebelum pelaksanaan planned shutdown atau penghentian operasi sementara untuk perawatan fasilitas.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, mengatakan peningkatan produksi tersebut didukung optimalisasi sistem proses dan compressor setelah program rejuvenation serta perawatan fasilitas produksi Central Processing Area (CPA) selesai dilakukan.
“Pasca pelaksanaan program rejuvenation dan pemeliharaan fasilitas produksi, kinerja sistem operasi menjadi lebih optimal sehingga mampu meningkatkan produksi minyak Lapangan Handil,” ujarnya.
Program Handil Rejuvenation merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan operasi hulu migas di lapangan mature atau lapangan tua yang telah lama berproduksi. Selain meningkatkan produktivitas aset, program ini juga bertujuan memperpanjang usia operasi fasilitas dan menjaga integritas sistem produksi.
Dalam pelaksanaannya, PHM melakukan planned shutdown selama periode 8 hingga 19 April 2026. Penghentian operasi sementara itu dimanfaatkan untuk menjalankan berbagai pekerjaan perawatan, peningkatan fasilitas, hingga penyambungan sistem baru ke fasilitas existing melalui proses tie-in.
Sunaryanto menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan operasi menjadi prioritas utama dalam seluruh proses pekerjaan di lapangan migas yang masuk kategori objek vital nasional tersebut.
“PHM terus berkomitmen menjaga integritas aset, meningkatkan keselamatan operasi, serta mendukung keberlanjutan produksi migas nasional guna memperkuat ketahanan energi Indonesia,” katanya.
Program rejuvenation tersebut sebenarnya telah dipersiapkan sejak 2023 melalui koordinasi bersama SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Tahapan pekerjaan meliputi proses engineering, pengadaan material, fabrikasi, instalasi, hingga modernisasi sistem pengendalian fasilitas produksi.
Selain perawatan sistem utama, PHM juga melakukan pemeliharaan empat compressor dan delapan vessel, serta melaksanakan inspeksi pipa penyalur menggunakan teknologi Intelligent Pigging atau Inline Inspection (ILI).
Teknologi tersebut digunakan untuk memeriksa kondisi internal pipa penyalur minyak dan gas guna memastikan sistem distribusi tetap aman dan sesuai standar keselamatan operasional.
PHM juga mengganti pipa utama Central Processing Area sepanjang 350 meter serta melakukan retrofit pada Distributed Control System (DCS) dan Fire & Gas System (F&G) untuk meningkatkan keandalan sistem pengamanan otomatis di fasilitas produksi.
Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan pengawasan ketat terhadap aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sejak November 2024.
Program peningkatan integritas fasilitas ini dinilai penting mengingat usia operasional Lapangan Handil yang telah mencapai lebih dari 50 tahun. Evaluasi teknis menunjukkan perlunya modernisasi fasilitas agar operasional migas tetap berjalan aman, efisien, dan berkelanjutan.
Keberhasilan program tersebut sekaligus mempertegas komitmen PHM dalam menjaga keberlanjutan industri hulu migas nasional serta mendukung target swasembada energi yang menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah.
Sumber: PT Pertamina Hulu Mahakam
BACA JUGA
