Samarinda Tuan Rumah Forum Internasional KUUB 2026, Buku Sejarah Islam Kaltim Disiapkan Jadi Referensi Global
Gerbangkaltim.com, Samarinda – Kota Samarinda dipastikan menjadi pusat perhatian akademisi internasional dengan ditunjuknya sebagai tuan rumah forum Konsortium Universiti Universitas Borneo (KUUB) tahun 2026. Dalam ajang tersebut, Kalimantan Timur akan memperkenalkan karya monumental berupa buku sejarah Islam yang diharapkan menjadi rujukan penting bagi kajian keislaman di kawasan Borneo.
Buku berjudul “Sejarah Islam di Kalimantan Timur: Empat Setengah Abad Jaringan Dakwah, Ulama, dan Peradaban dari Kerajaan hingga Republik” akan menjadi salah satu materi utama yang diperkenalkan dalam konferensi yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Karya ini ditulis oleh Abdunnur, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kalimantan Timur.
Menurut Abdunnur, konferensi KUUB merupakan forum strategis yang mempertemukan perguruan tinggi dari tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Tahun ini, Universitas Mulawarman (Unmul) dipercaya sebagai tuan rumah, sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan sejarah Islam di Kalimantan Timur kepada dunia akademik internasional.
Ia menjelaskan, buku tersebut mengulas perjalanan panjang Islam di Kalimantan Timur, mulai dari masa awal masuknya agama Islam, proses akulturasi dengan budaya lokal, hingga perkembangan peradaban Islam di era modern. Dengan pendekatan historis dan akademis, buku ini diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika dakwah dan peran ulama dalam membentuk peradaban di wilayah tersebut.
“Buku ini kami siapkan sebagai referensi utama bagi para akademisi yang ingin memahami sejarah Islam di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Timur,” ujarnya usai peluncuran buku di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda.
Lebih jauh, ia menilai kehadiran forum KUUB tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan ilmiah, tetapi juga peluang bagi Kalimantan Timur untuk menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan studi Islam di tingkat regional maupun global. Para peserta konferensi nantinya akan mendapatkan akses terhadap berbagai hasil riset, termasuk buku tersebut, sebagai bahan diskusi dan kajian lebih lanjut.
Forum KUUB sendiri dikenal sebagai wadah kolaborasi akademik lintas negara yang fokus pada kajian Islam di kawasan Borneo. Dengan digelarnya konferensi di Samarinda, diharapkan terjadi penguatan jejaring penelitian serta pertukaran ilmu pengetahuan antaruniversitas.
Pemerintah daerah dan kalangan akademisi optimistis bahwa momentum ini akan meningkatkan posisi Kalimantan Timur sebagai pusat studi Islam yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang unik. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong publikasi ilmiah yang lebih luas serta memperkenalkan warisan intelektual daerah ke panggung internasional.
Dengan persiapan yang matang, Samarinda tidak hanya menjadi tuan rumah secara administratif, tetapi juga tampil sebagai representasi kekuatan intelektual dan budaya Islam di Pulau Kalimantan.
BACA JUGA
