Satgas Perketat Pemadaman Karhutla, Api di Deliniasi IKN Dipastikan Jauh dari KIPP

Dandim Penajam
Komandan Kodim 0913/Penajam Paser Utara (PPU), Letkol Inf Fandy Satria.

Penajam Paser Utara, Gerbangkaltim.com — Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) memperketat pemadaman dan patroli di kawasan deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memusatkan penanganan karhutla di kawasan deliniasi IKN sekaligus mencegah api bergerak mendekati Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Komandan Kodim 0913/Penajam Paser Utara (PPU) Letkol Inf Fandy Satria mengatakan, penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel TNI, Polri, Otorita IKN, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran.

“Dari hasil video conference Bapak Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto kepada seluruh jajaran pimpinan dari Polri, TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Panglima TNI, konsentrasi sekarang penanganan karhutla yang berada di deliniasi IKN,” kata Fandy, Kamis (10/9/2026).

Untuk mempercepat penanganan, Satgas mendirikan posko sementara di Kampung Dayak Bukit Tengkorak. Operasi terpadu di lokasi tersebut telah berlangsung sekitar 12 hari.

Fandy mengatakan, posko tersebut menjadi salah satu titik koordinasi bagi personel Kodim 0913/PPU, Yonif TP 826, DLH OIKN, BPBD PPU, dan Dinas Pemadam Kebakaran PPU dalam melakukan pemantauan sekaligus pemadaman.

Menurut dia, kondisi kebakaran di lapangan saat ini relatif terkendali. Tim masih melakukan pembaruan data luas lahan terbakar dan pemantauan titik api setiap hari.

“Untuk luas lahan yang terbakar memang setiap hari itu di-update. Untuk saat ini kondisi nyatanya hanya titik-titik api kecil. Terpantau per hari ini, dari laporan anggota di lapangan, belum ada muncul titik-titik api,” ujar Fandy.

Meski titik api mulai berkurang, Satgas tidak menghentikan upaya pencegahan. Penyisiran dan penyiraman dilakukan pada area yang dinilai berpotensi kembali terbakar, terutama kawasan yang memiliki kandungan batubara di bawah permukaan tanah.

“Dari dua hari yang lalu, kami melaksanakan kegiatan penyisiran, penyiraman lahan-lahan yang sekiranya berpotensi timbulnya titik api. Terutama di daerah yang di bawahnya ada batubara. Itu dilaksanakan penyemprotan baik di siang maupun di sore hari,” katanya.

Jarak Karhutla Sekitar 30 Kilometer dari IKN
Fandy memastikan lokasi yang saat ini menjadi fokus penanganan Satgas masih berada cukup jauh dari kawasan inti pemerintahan IKN.

Posko Satgas di Bukit Tengkorak, yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Kutai Kartanegara dan PPU, berjarak sekitar 30 kilometer dari kawasan IKN.

“Di lokasi kami saat ini, Bukit Tengkorak, Gereja Licon, posko sementara itu, untuk jarak dari posisi yang ada sampai di IKN kurang lebih 30 kilometer. Ini masih perbatasan antara wilayah Kukar dengan PPU, perbatasan Kecamatan Loa Janan dengan Kecamatan Sepaku,” jelasnya.

Selain penanganan dari darat, Satgas juga mendapat dukungan pemadaman dari udara menggunakan helikopter Caracal milik TNI AU yang dikerahkan dari Lanud Dhomber.

Helikopter tersebut digunakan untuk melakukan water bombing, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau personel di darat.

“Satu unit Caracal yang dikerahkan dari Lanud Dhomber, TNI AU, melaksanakan water bombing. Itu sudah ada dari mulai minggu kemarin, sudah melaksanakan penyiraman di wilayah kami yang terpantau di perbatasan PPU dan Kukar, di Loa Janan,” ujar Fandy.

Sepaku Masih Minim Hujan
Kondisi cuaca juga menjadi perhatian Satgas. Hujan telah mengguyur sejumlah wilayah Penajam, tetapi kondisi di Kecamatan Sepaku masih relatif kering.

Fandy mengatakan hujan yang turun di wilayah Penajam pada 7 dan 8 September belum merata hingga kawasan Sepaku.

“Di wilayah Penajam sendiri sudah hujan mulai tanggal 7 dan 8. Cuma di wilayah Sepaku sendiri masih belum hujan. Terpantau masih berawan saja,” katanya.

Karena itu, personel Satgas tetap disiagakan meski sebagian wilayah telah mendapatkan hujan. Patroli, penyisiran, penyiraman, dan pemantauan titik api terus dilakukan untuk mencegah munculnya kebakaran baru dan memastikan pergerakan api tidak mengarah ke KIPP IKN.

Tinggalkan Komentar