Sempat Diminta Tunda, Expo PSAD Berau Akhirnya Berlanjut
TANJUNG REDEP, Gerbangkaltim.com – Expo di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) Berau tetap digelar meski sebelumnya sempat diwacanakan untuk ditunda. Kegiatan yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tersebut berlangsung mulai Senin, 7 September hingga 16 September 2026 dengan sejumlah penyesuaian, terutama dalam penerapan protokol kesehatan.
Keputusan untuk melanjutkan kegiatan diambil setelah pemerintah daerah, pihak penyelenggara dan pelaku UMKM melakukan pembahasan bersama pada Selasa, 8 September 2026 sore.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Berau sempat meminta agar pelaksanaan Expo ditunda. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keberlangsungan aktivitas ekonomi para pelaku UMKM, kegiatan akhirnya disepakati tetap berlangsung dengan sejumlah ketentuan.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau Eva Yunita mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara pemerintah, penyelenggara dan pelaku usaha.
Menurut Eva, aktivitas perdagangan para pelaku UMKM tetap perlu mendapat perhatian karena kegiatan seperti Expo menjadi salah satu ruang bagi mereka untuk memperoleh pendapatan.
“Hasil pertemuan terakhir keputusannya mereka lanjut acara Exponya dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Eva, Rabu, 9 September 2026.
Ia menjelaskan, keberlangsungan kegiatan ekonomi menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusan tersebut. Para pelaku usaha tetap membutuhkan kesempatan untuk berjualan dan menjaga pemasukan di tengah berbagai kondisi yang dihadapi masyarakat.
“Roda ekonomi harus terus bergerak, dan mereka juga membutuhkan penghasilan,” katanya.
Meski izin pelaksanaan tetap diberikan, pemerintah daerah meminta penyelenggara dan peserta Expo tidak mengabaikan aspek kesehatan. Protokol kesehatan perlu diterapkan selama kegiatan berlangsung, terutama bagi pelaku UMKM yang berada di lokasi dalam waktu cukup lama.
Salah satu langkah yang ditekankan adalah penggunaan masker. Imbauan tersebut berkaitan dengan kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap, sehingga masyarakat yang beraktivitas di area Expo diharapkan dapat mengantisipasi risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Selain kualitas udara, kondisi cuaca panas yang belakangan terjadi di wilayah Berau juga menjadi perhatian pemerintah. Pelaku UMKM maupun pengunjung diminta menjaga kondisi fisik selama berada di kawasan PSAD.
Paparan panas dalam waktu lama dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Karena itu, masyarakat yang mengikuti kegiatan Expo diimbau memperhatikan kondisi tubuh dan mengambil langkah pencegahan apabila mulai merasa tidak nyaman akibat suhu panas.
Eva juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga suasana tetap aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung. Penyelenggara dan pelaku UMKM diharapkan dapat menjalankan ketentuan yang telah disepakati sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengabaikan kesehatan masyarakat.
“Kami berharap para pelaku UMKM tetap memperhatikan protokol kesehatan, waspada terhadap dampak panasnya cuaca, serta bersama-sama menjaga kondusifitas selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Dengan keputusan tersebut, Expo di kawasan Pasar Sanggam Adji Dilayas tetap menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk menawarkan produk sekaligus menggerakkan aktivitas perdagangan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Berau berharap kegiatan dapat berjalan tertib hingga berakhir pada 16 September 2026. Di sisi lain, penerapan protokol kesehatan menjadi bagian penting agar aktivitas ekonomi tersebut tetap dapat berlangsung dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Sumber: Diskoperindag Berau
BACA JUGA
