Sumur Bor TNI Hadir, Warga Lamaru Tak Lagi Andalkan Air Sungai

Air Bersih
Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono meninjau sumur bor program TNI AD Manunggal Air yang dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga Lamaru, Balikpapan Timur.

BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com — Air bersih Balikpapan kini lebih mudah diakses warga Jalan Traktor VI, RT 08, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur. Setelah sebelumnya mengandalkan air sungai ketika kemarau, masyarakat setempat kini mendapatkan akses sumur bor melalui program TNI AD Manunggal Air.

Kehadiran fasilitas tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan air bersih, terutama ketika musim kemarau berlangsung. Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., bersama jajaran pejabat utama Kodam VI/Mulawarman, Forkopimda dan unsur pemerintah setempat meninjau langsung lokasi sumur bor pada Selasa (25/8/2026).

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Pangdam untuk berdialog dengan masyarakat penerima manfaat. Warga menyampaikan apresiasi atas pembangunan sarana air bersih yang dinilai menjawab kebutuhan dasar mereka.

Salah seorang warga RT 08, Hermawati, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Menurutnya, kondisi kemarau sebelumnya membuat warga harus memanfaatkan air sungai untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

“Banyak-banyak terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Kasad, dan Pangdam VI/Mlw atas bantuan air sumur bor ini. Kalau musim kemarau tiba, kami biasanya hanya menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari,” ujar Hermawati.

179 Titik Sumur Bor Dibangun di Kaltim-Kaltara

Pangdam VI/Mulawarman mengatakan pembangunan sarana air bersih merupakan bagian dari program pemerintah yang dijalankan TNI AD untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

Menurut Krido, keberadaan TNI di tengah masyarakat diharapkan mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan yang benar-benar dirasakan warga.

“Berdasarkan program Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dan program TNI AD yang dimotori oleh Kasad, kami langsung merealisasikan berbagai pembangunan, mulai dari sumur bor hingga jembatan perintis dan beton,” kata Krido.

Ia menyebut Kodam VI/Mulawarman telah mendorong pembangunan sarana air bersih melalui pengeboran di 179 titik yang tersebar di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 113 titik berada di Kalimantan Timur. Khusus Kota Balikpapan, terdapat 11 titik yang menjadi bagian dari pembangunan sarana air bersih tersebut.

Krido berharap fasilitas yang telah tersedia dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Air dari sumur bor tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari mandi, mencuci hingga memasak dan kebutuhan konsumsi setelah memenuhi kelayakan yang diperlukan.

“Dengan adanya air bersih ini, semoga dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga dimasak untuk dikonsumsi. Semua ini adalah bagian dari bakti kami untuk melayani masyarakat,” tambahnya.

Pangdam Bantu Rp50 Juta untuk Pembangunan Masjid

Kunjungan Pangdam VI/Mulawarman ke Lamaru tidak hanya membahas persoalan air bersih. Dalam dialog bersama warga, muncul pula aspirasi mengenai pembangunan rumah ibadah di lingkungan RT 08.

Salah seorang warga, Rita, menyampaikan bahwa masyarakat tengah bergotong royong membangun sebuah masjid secara swadaya. Namun, proses pembangunan masih menghadapi kendala keterbatasan biaya.

Mendengar aspirasi tersebut, Pangdam VI/Mulawarman memberikan bantuan tunai sebesar Rp50 juta untuk mendukung kelanjutan pembangunan masjid.

Bantuan tersebut disambut antusias oleh warga yang hadir. Dukungan itu sekaligus menambah makna kunjungan Pangdam di tengah masyarakat Lamaru.

Bagi warga Jalan Traktor VI, kehadiran sumur bor bukan sekadar pembangunan fisik. Fasilitas tersebut menjadi jawaban atas persoalan air yang selama ini semakin terasa ketika kemarau tiba.

Program TNI AD Manunggal Air juga memperlihatkan bagaimana pembangunan infrastruktur dasar dapat memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat. Air yang tersedia lebih dekat diharapkan membantu warga menjalankan aktivitas rumah tangga tanpa harus sepenuhnya bergantung pada sumber air sungai.

Di tengah tantangan kemarau, akses terhadap air bersih menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Kehadiran sumur bor di Lamaru diharapkan menjadi bagian dari solusi berkelanjutan sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.

Sumber: Pendam VI/Mulawarman.

Tinggalkan Komentar