Temu Media Kaltara, PHI Perkuat Kolaborasi dengan Jurnalis
Gerbangkaltim.com, Tarakan – Industri hulu migas, komunikasi publik, dan kolaborasi media menjadi perhatian PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kontribusi sektor energi terhadap pembangunan nasional.
Upaya tersebut dilakukan melalui Sharing Session & Media Gathering Kaltara 2026 yang digelar di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi Industri Hulu Migas dan Media dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan” itu mempertemukan jajaran PHI dan afiliasinya di Kalimantan Utara dengan insan media serta pemangku kepentingan sektor hulu migas.
Sejumlah entitas yang beroperasi di wilayah tersebut turut terlibat, yakni PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field, PEP Tarakan Field, PHE Nunukan Company, dan JOB Simenggaris. Forum tersebut juga dihadiri SKK Migas Perwakilan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) serta Medco E&P Tarakan.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul, Wisnu Wardhana, mengatakan temu media menjadi ruang penting untuk mempererat komunikasi antara pelaku industri hulu migas, regulator, dan media.
Menurut dia, keterlibatan media memiliki arti strategis karena informasi mengenai aktivitas industri hulu migas perlu disampaikan kepada masyarakat secara tepat dan mudah dipahami.
“Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Melalui komunikasi yang baik, kita dapat menyampaikan informasi yang tepat kepada masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman mereka mengenai peran dan kontribusi industri hulu migas bagi pembangunan nasional,” kata Wisnu.
Pandangan serupa disampaikan Head of Communication, Relations & CID Zona 10, Elis Fauziah. Ia menilai media memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar kanal publikasi.
Media, kata Elis, juga berperan sebagai jembatan edukasi bagi masyarakat untuk memahami aktivitas industri hulu migas, termasuk kontribusinya terhadap ketersediaan energi dan pembangunan.
“Media merupakan mitra strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap industri hulu migas. Hubungan yang baik dan komunikasi yang berkelanjutan menjadi fondasi penting dalam mendukung keberlangsungan industri ini yang penting bagi keberlanjutan ketersediaan energi bagi pembangunan Indonesia,” ujarnya.
Media Dinilai Punya Peran Edukatif
Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Utara, Usman Coddang, mengapresiasi forum yang mempertemukan perusahaan hulu migas dengan para jurnalis tersebut.
Ia menilai komunikasi yang terbuka dapat membantu media memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai kegiatan operasional, kontribusi, maupun tantangan industri hulu migas di Kalimantan Utara.
Dengan pemahaman yang lebih baik, informasi yang disampaikan kepada masyarakat diharapkan tidak hanya aktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan tetap mengedepankan prinsip akurasi serta keberimbangan.
Forum tersebut kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga hubungan kemitraan antara industri hulu migas dan media.
Kolaborasi yang dibangun diharapkan berlangsung secara terbuka dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri strategis tersebut.
Bagi PHI, komunikasi publik yang kuat menjadi salah satu elemen penting dalam menjelaskan kontribusi industri hulu migas terhadap ketahanan energi nasional.
Operasi Hulu Migas di Kaltara
Zona 10 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan yang dikelola PT Pertamina Hulu Indonesia.
Entitas perusahaan yang beroperasi di Zona 10 berstatus Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan bekerja sama dengan SKK Migas dalam menjalankan kegiatan usaha hulu migas.
Wilayah operasi tersebut mencakup kawasan kerja Bunyu, Tarakan, dan Nunukan di Kalimantan Utara.
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, perusahaan terus mendorong penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), termasuk melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.
Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga kegiatan produksi tetap aman, efisien, andal, patuh terhadap ketentuan, serta memperhatikan aspek lingkungan.
Melalui penguatan komunikasi dengan media dan pemangku kepentingan, PHI berharap informasi mengenai industri hulu migas dapat tersampaikan secara lebih transparan kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut pada akhirnya diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antara perusahaan dan media, tetapi juga mendukung keberlanjutan produksi migas serta kontribusinya terhadap kebutuhan energi Indonesia.
Sumber: PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI)
BACA JUGA
