Kaltim Beri Bonus Kafilah MTQ Nasional XXXI, Target Pertahankan Juara Umum 2027
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan apresiasi kepada seluruh kafilah yang keluar sengaja juara umun pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah. Tidak hanya peserta yang meraih juara, kafilah yang belum memperoleh gelar juga akan mendapatkan bonus dari pemerintah daerah.
Rombongan kafilah MTQ Nasional Kaltim tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Minggu (20/9/2026).
Kedatangan mereka dipimpin Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud, SE., ME., bersama Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni yang juga Ketua Kafilah MTQ Nasional Kaltim.
Rombongan disambut Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., bersama Danlanud Dhomber Balikpapan Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana dan General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara SAMS Sepinggan R Iwan Winaya Mahdar.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan, keberhasilan Kaltim meraih gelar juara umum merupakan hasil perjuangan seluruh kafilah yang telah menjalani pembinaan dan pelatihan secara intensif.
“Alhamdulillah MTQ tingkat nasional semalam Kalimantan Timur menjadi juara umum. Tentunya seluruh kafilah yang bertarung, kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya karena tetap mengharumkan nama Kalimantan Timur di kancah nasional,” kata Rudy.
Menurut Rudy, para kafilah menjalani proses pembinaan yang tidak singkat. Mereka mengikuti training center, karantina, hingga berbagai pelatihan selama berbulan-bulan sebelum tampil dalam kompetisi.
Atas capaian tersebut, Pemprov Kaltim memberikan bonus sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para peserta.
Sekda Kaltim, Sri Wahyuni mengatakan, besaran bonus diberikan berdasarkan capaian masing-masing kafilah. Peraih juara pertama mendapatkan Rp100 juta, juara kedua Rp50 juta, juara ketiga Rp25 juta, sedangkan juara harapan memperoleh Rp10 juta.
“Apresiasi kepada kafilah Kaltim, Pak Gubernur memberikan untuk juara satu Rp100 juta, juara dua Rp50 juta, juara tiga Rp25 juta, serta juara harapan Rp10 juta,” ujar Sri Wahyuni.
Pemerintah daerah juga memberikan perhatian kepada peserta yang belum berhasil meraih gelar juara.
Sri mengatakan, enam kafilah Kaltim yang belum mendapatkan gelar juara tetap akan memperoleh bonus.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas proses dan perjuangan seluruh peserta yang telah membawa nama Kaltim dalam kompetisi tingkat nasional.
Pada MTQ Nasional kali ini, Kaltim mengirimkan 56 kafilah untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan. Dari jumlah tersebut, 37 kafilah berhasil melaju ke babak final.
“Dari 56 kafilah Kaltim di semua cabang, 37 yang masuk final,” kata Sri.
Persiapan MTQ 2027 Dimulai Lebih Awal
Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum sekaligus menjadi tantangan bagi Kaltim untuk menghadapi MTQ Nasional berikutnya.
MTQ Nasional 2027 akan digelar di DKI Jakarta. Pemprov Kaltim menargetkan dapat kembali mempertahankan gelar juara umum dan membawa pulang piala bergilir untuk ketiga kalinya.
Rudy mengatakan, capaian tahun ini harus menjadi modal untuk mempersiapkan kafilah menghadapi kompetisi berikutnya.
“Insya Allah tahun 2027 akan dilaksanakan kembali kegiatan MTQ tingkat nasional yang akan diselenggarakan di DKI Jakarta. Kita sama-sama berdoa dan berharap bahwa Kalimantan Timur tetap mampu mempertahankan juara,” ujar Rudy.
Menurut Sri, perubahan pola pelaksanaan MTQ Nasional yang kini digelar setiap tahun membuat daerah harus mengubah strategi pembinaan. Jika sebelumnya terdapat jeda dua tahun untuk mempersiapkan kafilah, kini waktu persiapan menjadi jauh lebih singkat.
“Biasanya kita melaksanakan MTQ dua tahun sekali. Kita punya persiapan yang cukup untuk membina kafilah. Tetapi karena sekarang setiap tahun, semua daerah juga punya persoalan yang sama,” jelas Sri.
Karena itu, pembinaan untuk menghadapi MTQ Nasional 2027 akan mulai dirancang sejak akhir 2026. Calon kafilah akan dipersiapkan lebih awal melalui pembinaan dan pelatihan secara berkelanjutan.
Pembinaan tersebut mencakup berbagai cabang, termasuk hafalan Al Quran dengan tingkatan mulai dari satu juz hingga 30 juz.
“Untuk hafiz, dari satu juz hingga 30 juz,” kata Sri.
Pemprov Kaltim berharap capaian MTQ Nasional 2026 dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pembinaan.
Dengan waktu persiapan yang semakin singkat, kesinambungan pembinaan menjadi kunci agar kualitas qari, qariah, hafiz dan hafizah Kaltim tetap terjaga.
Targetnya jelas, Kaltim ingin kembali berdiri sebagai juara umum pada MTQ Nasional 2027 di Jakarta. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
