TPID Balikpapan, PPU, Paser Perkuat Pasokan Pangan
BALIKPAPAN, Gerbangkaltim.com — TPID Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser memperkuat kerja sama antardaerah (KAD) untuk menjaga kesinambungan pasokan sekaligus mengendalikan harga pangan di tengah meningkatnya risiko El Nino.
Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Gabungan TPID tiga wilayah yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Selasa (11/8/2026).
Forum tersebut menjadi ruang koordinasi untuk merumuskan langkah strategis menghadapi potensi gangguan produksi pangan akibat kemarau panjang. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak terhadap pasokan komoditas pangan yang selama ini sebagian masih bergantung dari daerah di luar Kalimantan Timur.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi mengatakan, komoditas pangan bergejolak atau volatile food (VF) memberikan kontribusi cukup besar terhadap dinamika inflasi di Balikpapan dan PPU dalam periode 2024 hingga Juli 2026.
Menurut dia, tantangan tersebut perlu diantisipasi karena sebagian pasokan pangan untuk Kalimantan Timur berasal dari Jawa dan Sulawesi Selatan. Pada saat yang sama, risiko El Nino dan kekeringan di sejumlah daerah sentra produksi dapat memengaruhi kesinambungan pasokan.
Kondisi itu mendorong TPID untuk tidak hanya mengandalkan satu sumber pasokan. Diversifikasi daerah pemasok melalui KAD menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi risiko gangguan distribusi.
Dalam HLM tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan menandatangani Nota Kesepahaman KAD dengan Pemerintah Kabupaten Karo dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Sementara Pemerintah Kabupaten PPU menjalin KAD dengan Pemerintah Kabupaten Karo.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pasokan berbagai komoditas pangan, terutama hortikultura seperti wortel, kentang, dan buah-buahan. Komoditas pangan, perikanan, serta produk hortikultura lain dari daerah mitra juga terbuka untuk mendukung kebutuhan Balikpapan dan PPU.
Agar kerja sama tidak berhenti pada tingkat kesepakatan, sejumlah Perjanjian Kerja Sama (PKS) turut ditandatangani. Di antaranya antara Dinas Perdagangan Kota Balikpapan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Karo, Perumda Manuntung Sukses dengan APINDO Kabupaten Karo, serta Perumda Manuntung Sukses dengan Asosiasi Pedagang Kabupaten PPU.
PKS tersebut menjadi instrumen operasional yang menghubungkan produsen, pemasok, distributor, BUMD, hingga pedagang. Dengan demikian, distribusi komoditas pangan strategis diharapkan berlangsung lebih efisien dan berkelanjutan.
Selain memperkuat pasokan dari luar daerah, TPID tiga wilayah juga mendorong peningkatan produksi lokal. Salah satu upayanya melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP) untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani.
Program tersebut diperkuat melalui Workshop Tani Camp 2026. Di PPU dan Balikpapan, kegiatan digelar 12-13 Agustus dengan fokus budidaya cabai, terong, dan tomat. Sementara di Paser, kegiatan telah berlangsung pada 6-7 Agustus dengan materi budidaya padi dan ayam petelur.
Upaya pengendalian inflasi juga terlihat dari pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, Pasar Murah, dan Operasi Pasar. Hingga Agustus 2026, Balikpapan telah menggelar 82 kegiatan, PPU sebanyak 45 kegiatan, dan Paser mencapai 139 kegiatan.
Masing-masing daerah juga menyiapkan strategi menghadapi risiko El Nino. Balikpapan memperkuat pengamanan ketersediaan air, ketahanan pangan, pencegahan karhutla, serta manajemen air. PPU mengoptimalkan lahan pekarangan, produksi pangan, irigasi, embung, serta pemantauan risiko kekeringan. Sementara Paser memperkuat pengelolaan air, penyesuaian kalender tanam, optimalisasi pompa dan embung, serta pemantauan produksi dan harga pangan.
Dalam HLM tersebut disepakati lima langkah hingga akhir 2026, mulai dari percepatan GPM, Pasar Murah dan Operasi Pasar dengan prinsip tepat waktu, lokasi dan sasaran; perluasan Rumah Pangan Kita dan toko penyeimbang; optimalisasi dukungan distribusi pangan; penguatan produksi lokal dan urban farming; hingga pengembangan sistem peringatan dini terhadap risiko kenaikan harga dan gangguan pasokan.
Sebagai bukti awal implementasi KAD, sebuah kontainer komoditas hortikultura dari Kabupaten Karo dibuka secara simbolis di halaman Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan. Komoditas tersebut menjadi bagian dari langkah konkret memperluas sumber pasokan pangan bagi Kalimantan Timur.
Sinergi lintas daerah ini diharapkan mampu membuat rantai pasok pangan lebih tangguh, sekaligus menjaga harga tetap terkendali ketika tekanan produksi dan distribusi meningkat akibat perubahan kondisi cuaca.
Sumber: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan
BACA JUGA
