Truk Mogok di Jalan Sangatta-Bontang, Pemotor Tewas

kecelakaan
Kecelakaan lalu lintas di Kutai Timur menewaskan seorang pengendara motor setelah menabrak truk yang mengalami kerusakan di Jalan Poros Sangatta-Bontang.

Gerbangkaltim.com, Kutai Timur – Kecelakaan lalu lintas di Kutai Timur kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan disiplin saat berkendara. Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah kendaraan yang dikendarainya menabrak bagian belakang truk yang mengalami kerusakan di Jalan Poros Sangatta-Bontang KM 24, Kecamatan Sangatta Selatan, Sabtu (1/8/2026).

Peristiwa tersebut melibatkan sebuah truk traktor head Mercedes-Benz dan sepeda motor Honda Beat. Kecelakaan terjadi ketika truk bergerak dari arah Bontang menuju Sangatta.

Berdasarkan hasil penanganan awal di lokasi, truk tersebut mengalami kerusakan atau breakdown sehingga berhenti di badan jalan. Pengemudi kendaraan berat itu disebut telah memasang tanda peringatan dan menyalakan lampu sein kanan untuk memberi informasi kepada kendaraan lain bahwa truk sedang berhenti.

Namun, dari arah yang sama kemudian melaju sepeda motor Honda Beat. Pengendara diduga tidak menyadari keberadaan truk yang berhenti hingga akhirnya terjadi benturan pada bagian belakang kendaraan berat tersebut.

Benturan mengakibatkan pengendara sepeda motor mengalami luka berat. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RSUD Kudungga Sangatta.

Personel Satuan Lalu Lintas Polres Kutai Timur langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi kecelakaan. Petugas mengamankan area kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Penegakan Hukum Satlantas untuk proses penyelidikan dan penyidikan.

Kasat Lantas Polres Kutai Timur AKP Rezky Nur Harismeihendra meminta masyarakat menjadikan kecelakaan tersebut sebagai pelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan di jalan.

Menurutnya, pengendara perlu menjaga konsentrasi, mengendalikan kecepatan, mempertahankan jarak aman, serta memperhatikan rambu maupun tanda peringatan yang berada di sepanjang jalur perjalanan.

Terlebih ketika berkendara pada waktu dini hari, kondisi jarak pandang dan konsentrasi dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan secara serius.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama setiap kali berada di jalan raya,” tegas Rezky.

Imbauan juga ditujukan kepada pengemudi kendaraan besar yang mengalami gangguan atau kerusakan di tengah perjalanan. Kendaraan sebaiknya ditempatkan di lokasi yang paling aman apabila memungkinkan, sementara perlengkapan keselamatan dan tanda peringatan harus dipasang agar keberadaan kendaraan dapat diketahui pengguna jalan lainnya.

Kecelakaan di jalan raya tidak selalu diawali oleh kondisi yang terlihat berbahaya. Kendaraan yang berhenti karena kerusakan, jarak pandang terbatas, kecepatan yang tidak sesuai kondisi jalan, hingga kurangnya konsentrasi dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Karena itu, Polres Kutai Timur mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk tidak menganggap remeh situasi apa pun selama berkendara. Kewaspadaan beberapa detik dapat menjadi pembeda antara perjalanan yang aman dan kecelakaan yang berakibat fatal.

Sumber: Satlantas Polres Kutai Timur.

Tinggalkan Komentar